Pembangunan Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton di Petrokimia Gresik Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Tangki asam sulfat ini dibangun di kawasan Petrokimia Gresik di Gresik, Jawa Timur, tepatnya di area reklamasi tahap III dengan luas areal pembangunan 3 Hektare (Ha).

19 Jan 2026 - 19:58
Pembangunan Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton di Petrokimia Gresik Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Foto: Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma'ruf bersama Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, menghadiri ground breaking pembangunan tangki asam sulfat di Gresik. (Foto: Istimewa)

GRESIK, SJP - Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma'ruf, menyebut pembangunan tangki asam sulfat berkapasitas total 40.000 ton di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, akan mendukung ketahanan pangan nasional.

Tangki asam sulfat ini dibangun di kawasan Petrokimia Gresik di Gresik, Jawa Timur, tepatnya di area reklamasi tahap III dengan luas areal pembangunan 3 Hektare.

Sebanyak dua tangki asam sulfat yang dibangun dengan kapasitas masing-masing sebesar 20.000 ton, sehingga total kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik nantinya akan mencapai 100.000 ton setelah proyek ini beroperasi.

Proyek tangki ini ditarget selesai dan beroperasi pada Mei 2027 dengan lama pengerjaan sekitar 18 bulan.

"Proyek ini (pembanguan tangki asam sulfat) pada akhirnya mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan. Dengan kondisi geopolitik dunia seperti sekarang, ketahanan pangan kita harus mandiri," kata Aminuddin Ma'ruf, dalam keterangannya setelah ground breaking pembangunan tangki, Senin (19/1/2026).

Aminuddin mengatakan, bahwa swasembada pangan nasional menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam Asta Cita.

Ia pun mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia, termasuk Petrokimia Gresik dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berhasil dicapai lebih cepat dari target pada tahun 2025.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan keberadaan tangki asam sulfat ini akan meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK untuk mendukung ketersediaan pupuk di dalam negeri.

Dengan demikian, ia menyebut Petrokimia Gresik dapat memberikan kontribusi semakin besar bagi terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan, melalui penyediaan pupuk berkualitas bagi pertanian di Indonesia.

Petrokimia Gresik sendiri merupakan pionir pupuk majemuk di dalam negeri sejak tahun 2000 dan menjadi kiblat bagi teknologi pupuk NPK di tanah air.

Dengan total kapasitas produksi pupuk NPK sebesar 2,7 juta ton per tahun, menjadikan Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk majemuk terbesar di Indonesia.

"Kami pastikan proyek ini memperhatikan aspek-aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan baik. Petrokimia Gresik maupun kontraktor juga telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk penanganan kondisi darurat. Selain itu, dalam pengerjaan proyek ini kami juga mengutamakan aspek lingkungan," tutup Daconi. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow