Trans Jatim Ancam Mata Pencaharian Sopir Angkot Batu

Sektor transportasi darat di Batu memang tengah berubah, namun para sopir BJL memastikan satu pesan tetap terdengar, dimana mereka ingin tetap menjadi bagian dari perubahan itu, bukan menjadi korban dari kemajuan yang tak memberi ruang.

06 Nov 2025 - 17:59
Trans Jatim Ancam Mata Pencaharian Sopir Angkot Batu
Kondisi Angkot di Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Ancaman hilangnya mata pencaharian kini menghantui sopir angkot di Kota Batu, terutama mereka yang melaju di jalur Batu - Junrejo - Landungsari (BJL).

Masuknya Bus Trans Jatim ke wilayah Malang Raya disambut baik sebagai kemajuan transportasi, namun para sopir BJL memastikan satu hal, mereka tidak akan tinggal diam jika keberadaannya disingkirkan.

Koordinator BJL, Mulyono menguraikan pada Kamis (6/11/225), angkot adalah denyut ekonomi lokal yang sudah bertahun-tahun melayani masyarakat. Karena itu, sopir mendesak agar pemerintah memberi posisi jelas bagi mereka dalam sistem transportasi ke depan.

"Kami para sopir hidup dalam ketidakpastian. Armada reguler disebut paling rentan tersapu oleh hadirnya transportasi massal yang lebih nyaman dan murah. Trans Jatim bagus. Tapi kami juga bagian dari layanan publik. Kami tidak mau suatu hari tiba-tiba hilang dari jalan,” ujarnya.

Terlebih saat ini, dari 22 angkot BJL, hanya sembilan yang masuk program Angkutan Pelajar Gratis (Apel Gratis). Tiga belas sisanya masih menggantung nasibnya di jalanan.

Mereka menilai perluasan Apel Gratis bisa menjadi penyelamat. Selain berpotensi menjaga pendapatan sopir, angkutan pelajar juga terbukti sangat dibutuhkan. Kerap kali sopir harus tetap mengangkut pelajar karena armada resmi tidak mencukupi.

“Kalau yang lama mau disesuaikan, kami siap. Tapi jangan buang kami dari sistem. Berikan opsi yang adil. Kekhawatiran sopir cukup beralasan karena rencana rute Trans Jatim disebut bakal bersinggungan langsung dengan jalur penumpang umum BJL. Jika tanpa transisi yang matang, efeknya bisa fatal bagi ekonomi keluarga," imbuhnya.

Sementara itu Kabid Angkutan Dishub Kota Batu, Hari Juni Susanto menegaskan pemerintah tidak menutup mata atas kegelisahan sopir. Dialog masih berlanjut dan usulan konversi angkot menjadi armada Apel Gratis masuk dalam agenda pembahasan Dishub bersama Pemprov Jawa Timur.

"Yang pasti semua opsi sedang dikaji agar proses modernisasi tidak menghilangkan mata pencaharian masyarakat,” tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow