Penyandang Disabilitas di Kediri Luncurkan Galeri Produk Ekspor
Karya-karya dari anggota DIKTA bisa dilihat di Galeri DIKTA SuaR, yang terletak di kawasan Destinasi Wisata Kranggan (DWK), Desa Kranggan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Mulai dari seni kerajinan kayu, anyaman, kaligrafi dan kreasi jahit menjahit bisa ditemukan di tempat tersebut.
KEDIRI, SJP – Memiliki keterbatasan bukan berarti ruang kreativitas menjadi terbelenggu. Di balik keterbatasan tersebut, komunitas Disabilitas Kediri Tangguh (DIKTA) membuktikan adanya jiwa kreativitas yang mumpuni.
Para penyandang disabilitas yang tergabung dalam DIKTA mampu menghasilkan karya seni yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki nilai komersial tinggi.
Karya-karya anggota DIKTA dapat disaksikan di Galeri DIKTA SuaR yang terletak di kawasan Destinasi Wisata Kranggan (DWK), Desa Kranggan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Mulai dari seni kerajinan kayu, anyaman, kaligrafi, hingga kreasi jahit-menjahit tersedia di lokasi tersebut.
Ketua Disabilitas Kediri Tangguh (DIKTA), Mochamad Sugianto, menyebut bahwa kehadiran galeri ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk berkarya dan tangguh secara ekonomi.
“DIKTA lahir dari mimpi sederhana, berkarya tanpa batas, tangguh tanpa alasan. Kami percaya, disabilitas bukan penghalang untuk mandiri dan berprestasi,” ungkapnya, Selasa (5/5/2026).
Ruang kreativitas ini mendapatkan apresiasi dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito. Sosok yang karib disapa Mbak Cicha tersebut menilai kehadiran galeri ini sebagai wadah kolaboratif yang dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM di Kabupaten Kediri.
“Alhamdulillah, hari ini galeri dan toko DIKTA mulai soft launching. Yang dulu mungkin cara mengenalkan usahanya, promosi usahanya masing-masing, dengan adanya toko dan galeri, panjenengan bisa secara kolektif berkembang bersama, saling bantu, dan mempromosikan produk,” katanya.
Mbak Cicha menambahkan bahwa Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, selama ini terus memberikan ruang kepada pelaku UMKM melalui berbagai program pendampingan dan pelatihan, termasuk bagi penyandang disabilitas.
“Dengan adanya dukungan penuh dari Mas Dhito dan Pemerintah Kabupaten Kediri, saya berharap panjenengan semua untuk terus menguatkan produk-produk panjenengan,” tambahnya.
Ia meyakini bahwa konsistensi dalam menghasilkan produk berkualitas akan menjadi daya tarik tersendiri, bahkan berpotensi menembus pasar nasional.
“Terakhir, doa saya semoga galeri DIKTA SuaR ini bisa istikamah, bisa laris terus, dan pada akhirnya teman-teman DIKTA bisa dikenal dengan produknya serta semakin sejahtera,” ujarnya.
Galeri ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menghadirkan ruang inklusif sekaligus memberdayakan penyandang disabilitas.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Kediri dalam membuka akses ekonomi yang setara, agar pelaku UMKM disabilitas mampu berkembang dan mandiri. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

