Tragedi di Wilangan Nganjuk, Pasutri Tewas Terjebak dalam Kebakaran Rumah yang Terkunci

Korban teridentifikasi sebagai Ririn Nur Faridah (39), yang menjabat sebagai Ketua RT 05/RW 02 setempat sekaligus pemilik toko kelontong, dan suaminya, Agus Winariyanto (41), seorang guru Sekolah Dasar (SD).

17 Jan 2026 - 13:30
Tragedi di Wilangan Nganjuk, Pasutri Tewas Terjebak dalam Kebakaran Rumah yang Terkunci
Petugas Damkar Nganjuk saat memadamkan api di lokasi (Foto: Istimewa)

NGANJUK, SJP–Insiden kebakaran maut melanda sebuah rumah di Dusun Manggarejo, Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, pada Jumat (16/1/2036) petang. 

Peristiwa tragis ini merenggut nyawa pasangan suami istri (pasutri) yang terjebak di dalam kamar saat api menghanguskan kediaman mereka.

Korban teridentifikasi sebagai Ririn Nur Faridah (39), yang menjabat sebagai Ketua RT 05/RW 02 setempat sekaligus pemilik toko kelontong, dan suaminya, Agus Winariyanto (41), seorang guru Sekolah Dasar (SD).

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.31 WIB. Saksi mata di lokasi, Muslim, mengungkapkan sempat mendengar suara ledakan yang diikuti kepulan asap tebal dari atap rumah milik Lasto (60), orang tua korban.

Warga yang mencoba menolong mengalami kendala lantaran seluruh akses masuk, termasuk pintu utama dan pintu kamar korban, dalam kondisi terkunci rapat dari dalam. 

Saat api berkobar, kedua anak korban sedang berada di rumah kerabat, sementara Lasto tengah bekerja di luar rumah.

"Saya baru mengetahui kejadian ini setelah dihubungi tetangga saat sedang bekerja. Pagi hari sebelum kejadian, kondisi mereka masih tampak biasa saja," ujar Lasto saat ditemui pada Sabtu (17/1/2026).

Kasi Penindakan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Nganjuk, Yudi, menyatakan bahwa personel tiba di lokasi pukul 15.39 WIB. Mengingat material bangunan yang mudah terbakar, api baru dapat dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 18.30 WIB.

"Fokus kebakaran terparah berada di area kamar. Petugas gabungan dari Damkar, TNI, dan Polri bekerja keras melokalisasi api agar tidak merambat ke pemukiman sekitar," jelas Yudi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (17/1/2026). 

Tetangga korban lainnya, Khusnan, menambahkan bahwa tidak ditemukan bahan peledak maupun tabung gas elpiji di dalam kamar tempat asal api. Hal ini memperkuat dugaan bahwa titik api bermula dari dalam ruangan yang menjadi lokasi penemuan kedua jenazah.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih menjadi misteri. Tim Inafis Polres Nganjuk telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Aparat kepolisian sedang mendalami berbagai kemungkinan, termasuk adanya unsur korsleting listrik atau penyebab internal lainnya, mengingat posisi kamar yang terkunci rapat saat insiden terjadi. 

Area rumah kini telah dipasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow