TP-PKK Desa Tambak Gelar Penyuluhan Pemberian Makan Bayi dan Anak
SAMPANG, SJP — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Tambak, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, menggelar kegiatan penyuluhan dan pendampingan pemberian makan bayi dan anak pada Kamis (24/7/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh para ibu rumah tangga dan anggota TP-PKK desa. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang bayi dan anak usia dini.
Ketua TP-PKK Desa Tambak, Elizabeth Monavera, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TP-PKK dalam mendukung program nasional penurunan angka stunting melalui edukasi gizi keluarga.
“Edukasi ini penting agar para ibu memahami bahwa asupan gizi seimbang menjadi fondasi tumbuh kembang anak yang sehat dan cerdas,” ucapnya.
Dia menambahkan, penyuluhan ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran ibu-ibu agar lebih selektif memilih bahan makanan serta memperhatikan jadwal dan porsi makan anak sesuai usia.
“Kami ingin para ibu mampu menerapkan pola makan yang benar, karena kesehatan anak berawal dari kebiasaan keluarga di rumah,” kata Elizabeth.
Dalam kegiatan ini, TP-PKK Desa Tambak bekerja sama dengan tenaga kesehatan (nakes) dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Omben.
Salah satu perwakilan dari Puskesmas Omben, Maliatun Nafiah Lely Kartikasari, memberikan materi tentang cara pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) yang aman dan bergizi.
“Bayi yang berusia enam bulan ke atas memerlukan MPASI yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam porsi seimbang,” tutur Maliatun.
Dia menambahkan, pola makan yang kurang tepat dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang dan meningkatkan risiko kekurangan gizi pada anak. Oleh karena itu, pendampingan langsung kepada masyarakat dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Puskesmas Omben berkomitmen terus mendampingi TP-PKK dalam memberikan penyuluhan dan pemantauan tumbuh kembang anak di Desa Tambak,” ujar Maliatun.
Kegiatan ini berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab serta praktik menyusun menu MPASI berbahan lokal. Elizabeth berharap edukasi ini dapat diterapkan di rumah tangga masing-masing agar tercipta generasi sehat dan bebas stunting. (**)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

