TP-PKK Desa Tambak Gelar Pelatihan Memasak untuk Tingkatkan Keterampilan Ibu-Ibu

23 Jul 2025 - 15:49
TP-PKK Desa Tambak Gelar Pelatihan Memasak untuk Tingkatkan Keterampilan Ibu-Ibu
Suasana pelatihan memasak TP-PKK Desa Tambak di Balai Desa Tambak, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Rabu (23/7/2025).

SAMPANG, SJP — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Tambak, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, menggelar pelatihan memasak pada Rabu (23/7/2025). 

Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu warga setempat dan anggota TP-PKK Desa Tambak dengan tujuan meningkatkan keterampilan rumah tangga dan wirausaha.

Pelatihan tersebut berfokus pada pembuatan bolu jagung, makanan ringan yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi karena bahan bakunya mudah diperoleh di wilayah pedesaan. 

Kegiatan ini menghadirkan Yhani Indryawati, seorang pengusaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sampang, sebagai pemateri utama.

Ketua TP-PKK Desa Tambak, Elizabeth Monavera, menjelaskan, kegiatan pelatihan memasak ini merupakan bagian dari program rutin pemberdayaan perempuan di desa. 

Dia menilai, kemampuan mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai jual merupakan langkah penting menuju kemandirian ekonomi keluarga.

“Kami ingin ibu-ibu di Desa Tambak tidak hanya pandai mengurus rumah tangga, tetapi juga mampu berkreasi dan menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.

Menurut Elizabeth, pelatihan semacam ini menjadi wadah berbagi ilmu praktis sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota TP-PKK. Dia menambahkan, program pemberdayaan seperti ini akan terus berlanjut dengan variasi tema berbeda agar peserta mendapat pengetahuan yang lebih luas.

Yhani Indryawati dalam pelatihan itu mempraktikkan langsung cara membuat bolu jagung dengan bahan sederhana seperti jagung manis, tepung terigu, telur, dan gula pasir. Menurut dia, kunci keberhasilan produk rumahan adalah ketekunan dan keberanian untuk mencoba.

“Bolu jagung bisa menjadi peluang usaha menjanjikan jika dikelola dengan baik. Mulailah dari rumah dengan modal kecil dan inovasi rasa,” kata Yhani.

Dia menambahkan, peserta tampak antusias mengikuti setiap tahap pelatihan, mulai dari proses mencampur adonan hingga teknik memanggang. Yhani juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kebersihan agar produk dapat diterima pasar lebih luas.

Pelatihan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan penilaian hasil karya peserta. Elizabeth berharap, setelah kegiatan ini, ibu-ibu mampu menerapkan keterampilan baru tersebut untuk mendukung ekonomi keluarga dan memanfaatkan potensi lokal secara optimal. (**)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow