Timur Tengah Bergejolak, 2 Rombongan Jemaah Umroh Asal Tulungagung Masih di Arab Saudi

Satu rombongan berjumlah 40 orang, jadwal kepulangannya sekitar tanggal 22. Sedangkan rombongan lainnya dijadwalkan pulang setelah Hari Raya.

02 Mar 2026 - 21:50
Timur Tengah Bergejolak, 2 Rombongan Jemaah Umroh Asal Tulungagung Masih di Arab Saudi
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Tulungagung, H. Suryani. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Menyusul eskalasi perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat saat ini, sejumlah maskapai menunda hingga menjadwal ulang penerbangan internasional. Penutupan ruang udara di beberapa negara Timur Tengah dilakukan untuk mengurangi risiko keselamatan penerbangan.

Kantor Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia Kabupaten Tulungagung mencatat sedikitnya dua rombongan jemaah umrah asal Tulungagung saat ini masih berada di Arab Saudi.

Kepala Kantor Kemenhaj Tulungagung, Suryani, mengatakan pihaknya telah menerima imbauan resmi dari kementerian pada Senin (2/3/2026) terkait situasi terkini di Timur Tengah.

“Beberapa penerbangan menuju dan dari Arab Saudi berpotensi mengalami penjadwalan ulang, penundaan, bahkan pembatalan. Karena itu, bagi masyarakat yang akan berangkat umrah agar memastikan terlebih dahulu kepada maskapai. Jika belum ada kepastian, sebaiknya tetap berada di rumah dan tidak datang ke bandara,” ujar Suryani, Senin (2/3/2026).

Suryani menegaskan, seluruh jemaah umrah yang saat ini sudah berada di Arab Saudi diminta tetap tenang dan tidak panik. Pemerintah, kata dia, menjamin komunikasi terus berjalan dengan maskapai maupun Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

“Kami harapkan jemaah tetap tenang. Pemerintah melalui Kementerian Haji serta Perwakilan Republik Indonesia di Riyadh dan Jeddah terus melakukan komunikasi intensif untuk memastikan jemaah aman dan terlayani dengan baik,” katanya.

Ia juga mengimbau keluarga jemaah di tanah air agar tidak panik dan aktif berkomunikasi melalui pihak travel masing-masing untuk memperoleh informasi terbaru terkait kondisi keluarga mereka di Arab Saudi.

Berdasarkan laporan yang masuk, terdapat dua kelompok jemaah asal Tulungagung yang saat ini berada di Arab Saudi. Salah satu rombongan berangkat melalui travel Menara Kamila Tulungagung dengan jumlah sekitar 40 orang. Sementara satu rombongan lainnya berangkat melalui travel dari luar kota sehingga tidak terpantau langsung oleh kantor Kemenhaj Tulungagung.

“Untuk rombongan dari Menara Kamila, jadwal kepulangannya sekitar tanggal 22. Sedangkan rombongan lainnya dijadwalkan pulang setelah Hari Raya. Sejauh ini belum ada informasi kendala, dan sebelumnya juga ada jemaah yang sudah kembali dengan selamat sebelum situasi memanas,” jelas Suryani.

Ia berharap seluruh jemaah asal Tulungagung tetap dalam kondisi aman dan dapat kembali ke Tanah Air sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Di tengah situasi geopolitik tersebut, persiapan keberangkatan haji 2026 untuk Kabupaten Tulungagung dipastikan tetap berjalan sesuai rencana. Tahun ini, jumlah jemaah haji Tulungagung tercatat sebanyak 1.156 orang.

Buku manasik haji telah tersedia dan dapat diambil di Surabaya. Sementara distribusi koper jemaah masih menunggu pengiriman lengkap dari pihak terkait.

“Tulungagung masuk kloter 102, 103, 104, dan sebagian 105. Insyaallah pemberangkatan pada Mei 2026. Kloter 102 masuk asrama haji tanggal 17 Mei pukul 21.00 WIB. Kloter 103 dan 104 masuk tanggal 18 Mei pukul 06.00 WIB, sedangkan kloter 105 pukul 06.30 WIB,” paparnya.

Terkait visa, Suryani menyebut seluruh pengajuan telah diproses sejak 8 Februari lalu dan hingga kini tidak ada kendala berarti.

“Secara umum proses berjalan baik. Jika ada kekurangan administrasi, langsung kami lengkapi sesuai permintaan,” tambahnya.

Pihak Kemenhaj Tulungagung menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah dan berkoordinasi dengan kementerian serta perwakilan RI di Arab Saudi guna memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow