ICSSS Gelar Bedah Buku Memori Kekerasan di Universitas Negeri Malang

Initiative Critical Social Sciences Studies (ICSSS) adalah sebuah inisiatif-kolektif yang dibentuk untuk menciptakan ekosistem kajian kritis dalam bidang ilmu-ilmu sosial.

03 Mar 2026 - 08:00
ICSSS Gelar Bedah Buku Memori Kekerasan di Universitas Negeri Malang
Suasana saat pelaksanaan agenda Bedah Buku Memori-memori Kekerasan yang diselenggarakan oleh ICSSS, di Pustakafe UM, Senin (2/3/2026). (Donny Maulana/SJP)
ICSSS Gelar Bedah Buku Memori Kekerasan di Universitas Negeri Malang
ICSSS Gelar Bedah Buku Memori Kekerasan di Universitas Negeri Malang

KOTA MALANG, SJPInitiative Critical Social Sciences Studies (ICSSS) menggelar kegiatan kolaboratif bertajuk Bedah Buku "Memori-Memori Kekerasan: Ketegangan, Identitas, dan Nasionalisme". Agenda ini terlaksana atas inisiasi kolektif antara ICSSS, Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM), Interdisciplinary Lab, serta Departemen Sejarah UM.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (2/3/2026) bertempat di Pustakafe, Universitas Negeri Malang.

Acara ini dihadiri oleh Rektor UM sekaligus salah satu penulis buku, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd.; Sekretaris Departemen Sejarah UM yang juga penulis buku, Arif Subekti, M.A.; Peneliti ICSSS/Interdisciplinary Lab selaku pengulas, Nora Titahning Ayudha, S.Sosio., M.Si.; serta Kepala UPT Perpustakaan UM, Nurenzia Yannuar, S.S., M.A., Ph.D.

Meski dilaksanakan di tengah suasana hujan dan bulan Ramadan, bedah buku berlangsung khidmat dan dialektis dengan partisipasi puluhan peserta dari berbagai sivitas akademika lintas fakultas di UM.

Dalam pendahuluan buku berjudul "Mengapa Mengingat Kekerasan?", editor buku Grace Leksana menuliskan bahwa mengingat kekerasan bukan bertujuan untuk membuka luka lama atau memelihara dendam, melainkan untuk mencegah pengulangan peristiwa serupa di masa kini maupun masa depan. 

Ingatan akan kekerasan juga dinilai mampu menciptakan dorongan untuk melawan dominasi serta menggoyahkan otoritas kekuasaan tunggal. Menolak membicarakan hal tersebut dianggap sama dengan menolak melihat realitas masyarakat Indonesia secara utuh.

Nora, selaku pengulas dan peneliti ICSSS, menyambut positif agenda ini sebagai langkah awal bagi kiprah ICSSS ke depan.

"Ini awal yang bagus untuk ICSSS yang baru saja memulai untuk berlayar. Mendatang, kita mengajak teman-teman untuk bisa bersinergi dalam inisiatif-kolektif ini, guna membangun critical ambience dalam kajian ilmu-ilmu sosial. Kalian semua diundang!" ujarnya kepada media.

Sebagai informasi, Initiative Critical Social Sciences Studies (ICSSS) merupakan inisiatif kolektif yang dibentuk guna menciptakan ekosistem kajian kritis dalam bidang ilmu sosial.

Sejumlah peneliti dan akademisi yang menginisiasi terbentuknya wadah ini antara lain Abdul Kodir, S.Sosio., M.Sosio., Ph.D. (Departemen Sosiologi UM), Arif Subekti, M.A. (Departemen Sejarah UM), Nora Titahning Ayudha, S.Sosio., M.Si. (Departemen Sosiologi UM), Muhammad Asyrofi Al Kindy, S.Pd., M.Sc. (Departemen Geografi UM), dan Donny Maulana, S.Pd., M.Pd. (Departemen Sejarah UM).

Fokus kerja ICSSS meliputi pengarusutamaan kajian dan studi kritis pada berbagai cabang ilmu pengetahuan sosial, riset kolaboratif lintas disiplin, hingga diseminasi hasil temuan terbaru. (0) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow