Telan Biaya Rp 4,1 Triliun, Pembangunan KRL Jatim Dimulai pada 2029
Proyek KRL Jawa Timur resmi ditargetkan dimulai pada 2029. Tahap awal pembangunan jalur ganda Gubeng–Sidoarjo sepanjang 27 km ini menelan biaya Rp 4,1 triliun yang didukung pendanaan bank asal Jerman, KfW.
JAKARTA, SJP – Pembangunan transportasi massal berbasis rel di Jawa Timur memasuki babak baru. Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menargetkan proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) atau kereta rel listrik (KRL) Jawa Timur mulai digarap pada 2029.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Kemenhub, Arif Anwar, menjelaskan tahap pertama pembangunan akan difokuskan pada jalur ganda (double track) sepanjang 27 kilometer dari Stasiun Gubeng hingga Stasiun Sidoarjo. Jalur ini melewati Stasiun Wonokromo, Waru, dan akan didukung pembangunan Depo Sidotopo sebagai pusat operasional.
“Pekerjaannya nanti adalah double track di jalur existing dari Stasiun Pasar Turi sampai dengan Sidoarjo. Tetapi untuk fase pertama yang kita sudah mendapatkan loan-nya, ini dari Stasiun Gubeng sampai dengan Stasiun Sidoarjo,” ungkap Arif di Kantor Kemenhub, Selasa (16/9/2025).
Menurut Arif, pemerintah telah menandatangani perjanjian pinjaman (loan agreement) dengan pihak pemberi dana. Pada 2026, pemerintah akan menggelar studi pendukung, termasuk preliminary engineering design (PED) dan detailed engineering design (DED).
“Targetnya kalau tidak salah 2029,” tambahnya.
Proyek SRRL tahap pertama ini didukung pendanaan dari Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW), bank pembangunan asal Jerman, dengan nilai pinjaman mencapai US$ 250 juta atau setara Rp4,1 triliun. (**)
Editor: Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

