Gudang Pengering Tembakau Jadi Perisai Petani Lumajang Hadapi Cuaca Tak Menentu
Petani tembakau Lumajang mendapat 54 unit gudang pengering dari DBHCHT 2025. Fasilitas ini disebut sebagai “perisai” menghadapi cuaca tak menentu agar mutu tembakau tetap terjaga dan harga tidak merosot.
LUMAJANG, SJP – Musim tembakau di Lumajang kini penuh ketidakpastian. Hujan yang turun di tengah kemarau, embun yang terlalu lama menempel di daun, hingga udara lembap yang sulit dikendalikan, membuat para petani kerap waswas soal hasil panen.
Untuk menahan gempuran iklim yang kian tak menentu itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menyalurkan 54 unit gudang pengering tembakau kepada kelompok tani di tujuh kecamatan.
Program ini digelontorkan lewat dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2025 dengan total anggaran Rp891 juta. Ada 31 kelompok tani penerima, masing-masing hanya bisa mendapatkan maksimal dua unit gudang. Nilai pembangunan dipatok Rp16,5 juta per unit.
Menurut Kabid Perkebunan DKPP Lumajang, Mamiworo, gudang pengering adalah penopang utama kualitas daun tembakau, terutama varietas white burley yang dikenal paling sensitif terhadap kelembapan.
“Kalau hanya mengandalkan panas matahari, risikonya terlalu besar. Gudang ini membuat petani bisa lebih tenang mengeringkan daun, kualitas tetap terjaga, harga pun tidak jatuh,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).
Setiap gudang berdimensi 14 x 8,4 meter, dengan kapasitas setara 1 hektare lahan atau kurang lebih 7.500 batang tembakau. Umurnya bisa dipakai hingga lima tahun, sebuah investasi yang diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan saat panen bertepatan dengan musim hujan.
Bagi petani, fasilitas ini lebih dari sekadar bangunan. “Gudang pengering itu seperti perisai. Tahun ini hasil panen memang menurun karena cuaca, tapi setidaknya saat dikeringkan kualitasnya tidak hancur total,” kata Heri, petani tembakau asal Desa Wonosari, Kecamatan Tekung.
Dengan hadirnya gudang pengering, petani Lumajang kini punya ruang untuk menyusun strategi panen dan pascapanen dengan lebih tenang. Harapannya, tembakau tetap bisa masuk ke pasar industri dengan mutu yang layak dan harga tidak terjun bebas. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

