Gunung Semeru Erupsi, PVMBG Catat 76 Gempa Letusan dalam 24 Jam
Gunung Semeru di Lumajang kembali erupsi pada 29 September 2025. PVMBG mencatat 76 kali gempa letusan dalam 24 jam terakhir dan mengimbau warga menjauhi radius 8 km serta tepi Besuk Kobokan untuk menghindari bahaya awan panas dan lahar.
LUMAJANG, SJP – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami erupsi pada Senin (29/9/2025) pagi, meski puncak Mahameru tidak tampak jelas akibat tertutup awan tebal.
Petugas Pos Pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Sigit Rian Alfian, melaporkan bahwa sejak pagi hingga siang, erupsi terjadi sebanyak enam kali. Aktivitas ini menjadi bagian dari rangkaian gejolak vulkanik yang terus berlangsung.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada Senin 29 September 2025. Visual letusan tidak teramati,” ujarnya dalam laporan tertulis.
Laporan periodik PVMBG mencatat 76 kali gempa letusan dalam kurun 24 jam terakhir. Gempa ini memiliki amplitudo 11–22 mm dan durasi 47–138 detik.
Selain itu, terekam pula 1 kali gempa guguran dengan amplitudo 4 mm dan durasi 51 detik, serta 16 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4–8 mm dan durasi 30–64 detik.
Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Semeru masih berada pada level tinggi dan berpotensi memicu bahaya sekunder seperti guguran material panas dan aliran lahar.
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak beraktivitas dalam radius berbahaya yang telah ditetapkan. Rekomendasi jarak aman mencakup:
-
Tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari pusat erupsi.
-
Menghindari daerah aliran sungai (DAS) lahar, terutama 500 meter dari tepi Besuk Kobokan, karena potensi awan panas dan aliran lahar bisa menjalar hingga 13 km dari puncak.
“Masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar,” jelas Sigit.
Erupsi Gunung Semeru bukan fenomena baru bagi warga Lumajang dan sekitarnya. Namun, intensitas aktivitas vulkanik dalam 24 jam terakhir menjadi peringatan serius agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan mulai mendekat yang bisa memperbesar risiko lahar hujan. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

