Tekan AKI dan AKB, Pemkot Probolinggo Luncurkan SISKIA Pro Cantik Reborn

SISKIA Pro Cantik Reborn dipilih Pemkot Probolinggo sebagai solusi untuk memperoleh data kematian ibu dan stunting secara real-time.

20 Mar 2025 - 18:32
Tekan AKI dan AKB, Pemkot Probolinggo Luncurkan SISKIA Pro Cantik Reborn
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin saat meluncurkan program SISKIA Pro Cantik Reborn guna menekan AKI dan AKB (Rahmad)SJP)

KOTA PROBOLINGGO, SJP - Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kota Probolinggo rupanya masih menjadi perhatian khusus oleh pemerintah setempat.

Upaya perhatian itu, dilakukan Pemkot Probolinggo dengan meluncurkan program Sistem Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Probolinggo (SISKIA) yang Cermat, Andal, Teliti, Inovatif, dan Berkualitas, atau yang dikenal dengan sebutan Siskia Probolinggo Cantik Reborn, pada Kamis (20/03/2025).

Wali Kota dr. Aminuddin menyatakan bahwa pembangunan kesehatan di Kota Probolinggo dilakukan dengan upaya untuk menurunkan AKI, AKB, dan angka stunting yang masih tinggi. 

Menurut Aminuddin, SISKIA Probolinggo Cantik Reborn ini merupakan inovasi Pemkot Probolinggo melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) berupa aplikasi berbasis website yang mengacu pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), untuk menyediakan data tentang ibu hamil dan ibu dengan resiko tinggi.

"Aplikasi ini diharapkan dapat membantu dalam memantau keselamatan ibu hamil dan meminimalisasi kondisi berbahaya bagi ibu hamil dengan resiko tinggi," ujarnya di Puri Manggala Bakti.

Pasalnya, lanjut Aminuddin, peningkatan jumlah AKI di Kota Probolinggo harus dicegah. 

Program SISKIA Pro Cantik Reborn hadir dengan fitur baru yang memberikan informasi tentang ibu bersalin, ibu nifas, kesehatan bayi, dan balita, serta data stunting. 

Aplikasi ini juga menjadi penghubung antara fasilitas kesehatan dan pemberi layanan kesehatan untuk memberikan informasi terkini, mengenai status kesehatan ibu dan anak.

"Dalam era digitalisasi, harapan untuk menekan angka kematian ibu di Kota Probolinggo semakin nyata dan konkrit," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes PPKB dr. Nurul Hasanah Hidayati menekankan pentingnya validasi data anct, persalinan, nifas, pertumbuhan, dan perkembangan bayi untuk menurunkan AKI, AKB, dan stunting. 

Kota Probolinggo masih menghadapi tantangan dalam pelayanan kesehatan yang tercermin dari tingginya angka kematian ibu, kematian bayi, dan stunting. 

Oleh karena itu, akses percepatan laporan untuk deteksi dini dan intervensi yang cepat serta tepat merupakan langkah yang diambil.

Dalam hal ini, SISKIA Pro Cantik Reborn dipilih sebagai solusi untuk memperoleh data kematian ibu dan stunting secara real-time. 

Dengan adanya aplikasi ini, data permasalahan kesehatan diharapkan menjadi lebih transparan dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow