Tarif Impor AS Ancam Ekspor Jatim, Pemprov dan Apindo Lakukan Pemetaan Sektor Terdampak

Tarif 32% dari AS ancam ekspor Jatim, Pemprov dan Apindo buru-buru petakan sektor terdampak sebelum kebijakan Trump resmi berlaku 90 hari ke depan.

10 Apr 2025 - 20:30
Tarif Impor AS Ancam Ekspor Jatim, Pemprov dan Apindo Lakukan Pemetaan Sektor Terdampak
Khofifah mengajak pelaku usaha Jatim memanfaatkan peluang di tengah tantangan ekonomi global (Dok. Kominfo Jatim for SJP)

SURABAYA, SJP - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim, mulai mengambil langkah taktis menghadapi potensi dampak kebijakan tarif baru yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap produk impor dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Presiden AS Donald Trump pada awal April 2025 mengumumkan kebijakan tarif "resiprokal" dengan tarif dasar 10 persen untuk semua negara dan 32 persen khusus untuk Indonesia. Meskipun kebijakan tersebut ditunda pelaksanaannya selama 90 hari, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai langkah antisipatif perlu segera dilakukan.

Khofifah Ajak Apindo Baca Peluang di Tengah Tekanan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya melihat tantangan global itu sebagai kesempatan untuk berinovasi dan memperkuat kolaborasi. Ia secara khusus mengajak Apindo Jatim untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang paling berpotensi terdampak, dan menyusun strategi bersama.

"Saya mengajak Apindo untuk terus berikhtiar membaca, mencari dan mengidentifikasi peluang di tengah kondisi ekonomi global saat ini. Di balik tantangan, selalu ada peluang," ujar Khofifah, usai ikuti kegiatan Halal Bihalal di Gedung Negara Grahadi, Kamis (10/4/2025).

Khofifah juga telah meminta Apindo untuk menyampaikan data sektor-sektor yang terdampak, yang akan digunakan Pemprov Jatim untuk melakukan pemetaan dan mengusulkan langkah intervensi ke pemerintah pusat.

Amerika Serikat: Mitra Dagang Strategis Jawa Timur

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Amerika Serikat merupakan salah satu negara tujuan ekspor terbesar bagi provinsi ini pada Februari 2025, bersanding dengan Tiongkok dan Jepang. Komoditas ekspor unggulan Jatim ke AS antara lain:

  • Perhiasan dari logam mulia
  • Katoda tembaga
  • Pakaian jadi
  • Produk elektronik dan olahan makanan

Selain sebagai tujuan ekspor, Amerika Serikat juga menjadi mitra impor penting, terutama untuk mesin industri, bahan baku kimia, dan teknologi.

Pada Februari 2025, nilai ekspor Jawa Timur ke seluruh dunia mencapai US$2,09 miliar, dengan nonmigas menyumbang US$2,02 miliar, dan AS termasuk kontributor besar dalam angka tersebut.

"Tentu ini akan berpengaruh terhadap ekspor kita ke Amerika," tegas Khofifah.

Apindo Jatim Siap Hadapi Dampak Tanpa PHK

Ketua Dewan Pembina Apindo Jawa Timur, Alim Markus, mengakui bahwa kebijakan tarif AS pasti berdampak terhadap pelaku usaha, terutama yang berorientasi ekspor ke pasar Amerika. Namun, Apindo tetap memilih pendekatan strategis dan tidak reaktif.

"Pemerintah harus tetap fokus memetakan opsi-opsi solusi agar pengusaha bisa bertahan di tengah kondisi global," ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga situasi kondusif di daerah agar pelaku usaha bisa tetap maksimal dalam berproduksi, sembari mencari peluang pasar alternatif di luar AS.

Apindo juga mendapat apresiasi dari Pemprov karena tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebaliknya, perusahaan-perusahaan anggota Apindo melakukan penyesuaian melalui pengurangan jam kerja atau relokasi karyawan ke perusahaan lain.

"Kami tidak ada PHK, kami salurkan ke perusahaan-perusahaan baru yang membutuhkan karyawan," imbuh Markus.

Kolaborasi dan Stabilitas Sosial Jadi Kunci

Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi antara pengusaha, pemerintah, dan institusi terkait, termasuk aparat penegak hukum (APH), untuk menjaga suasana sosial tetap kondusif. Hal ini dianggap penting agar kepercayaan pasar tetap terjaga dan kegiatan ekonomi tidak terhambat oleh faktor non-ekonomi.

"Insyaallah kami sangat memahami ini, sebuah sistem yang harusnya saling memberikan mutual understanding," ujar Khofifah.

Dengan sisa waktu kurang dari 90 hari sebelum kebijakan tarif Trump diberlakukan, Pemprov Jatim dan Apindo diharapkan bisa bergerak cepat untuk memastikan Jawa Timur siap menghadapi kemungkinan terburuk, sekaligus mencari celah untuk tetap tumbuh. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow