Tari Sodoran Suku Tengger dalam Perayaan Hari Raya Karo Dikagumi Wisata Asal Amerika Serikat

Di sela-sela acara pembukaan upacara pembukaan hari raya Karo, ada salah satu turis mancanegara dari Amerika Serikat bernama Elizza saat ditemui sangat kagum dengan budaya yang ada di suku tengger.

08 Aug 2025 - 16:13
Tari Sodoran Suku Tengger dalam Perayaan Hari Raya Karo Dikagumi Wisata  Asal Amerika Serikat
Tarian Sodoran sebagai simbul pembukaan perayaan hari raya karo (foto isbi/sjp)

PASURAUN, SJP - Setiap tanggal 15 Bulan Karo (kedua) tahun saka, masyarakat Suku Tengger Bromo yang bermukim di wilayah Pasuruan atau disebut Brang Kulon, merayakan Hari Raya Karo pada Jumat (8/8/2025). 

Untuk yang kesekian kalinya, pembukaan Hari Raya Karo dipusatkan di pendopo Balai Desa Tosari.

Dari pantauan di lapangan, tradisi tahunan ini diawali dengan upacara pembukaan Hari Raya Karo. Upacara ini dipimpin oleh seorang romo dukun yang membacakan mekakat atau puja mantra pembukaan Hari Raya Karo.

"Barulah nanti diakhiri dengan doa penutup upacara yang dilakukan oleh pimpinan lintas agama, Hindu, Kristen, dan Islam. Kemudian penampilan Sodoran atau Tari Sodor sebagai persembahan khas yang dilakukan oleh warga dari masing-masing desa Suku Tengger yang ada di Bromo," kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Setiya Wardana.

Menurut dia, tidak hanya tradisi di suku tengger, Tari Sodor dalam perayaan Karo merupakan perlambang cikal bakal Suku Tengger dari leluhur mereka Joko Seger dan Roro Anteng, sehingga dianggap sakral karena dimainkan ketika Hari Raya Karo saja. 

"Sodoran hanya ditampilkan saat Hari Raya Karo saja, sehingga sangat sakral," lanjut Wardana panggilan sapaan.

Yang lebih menarik lagi, pihaknya akan menggandeng dengan pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk mengembangkan dunia pariwisata di bidang seni dan budaya.

"Nantinya kami selaku wakil rakyat asli lahir dari suku Tengger akan kami kembangkan dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pariwisata serta Dinas Pendidikan untuk mengembangkan pariwisata yang ada di Gunung Bromo melalui seni dan budaya yang ada di lereng Gunung Bromo," ujar Agus Setiya Wardana.

Disela-sela acara pembukaan upacara pembukaan hari raya Karo, ada salah satu turis mancanegara dari Amerika Serikat bernama Elizza saat ditemui sangat kagum dengan budaya yang ada di suku Tengger.

"Saya senang dan kagum dengan seni dan budaya yang ada di Nusantara ini sangat cantik dan masyarakatnya sangat ramah," ucapnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow