Sebelum Linde, Warga Roomo Gresik Pernah Keracunan Akibat Kebocoran Pabrik PT Smelting
Kasus kebocoran pabrik di Kabupaten Gresik, menjadi sinyal penting bagi warga sekitar yang menjadi dampak insiden. Sebagai daerah berjuluk Kota Industri, insiden seperti ini rawan terjadi dan perlunya perlindungan masyarakat agar kebocoran tidak kembali terjadi dan memakan korban.
GRESIK, SJP - Warga Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, rupanya sudah dua kali terdampak kebocoran pabrik. Sebelum kebocoran pabrik, grup milik PT Linde Indonesia pekan lalu, kampung itu pernah keracunan pabrik milik PT Smelting pada tahun 2013 silam.
"Kita sudah dua kali terpapar dampak kebocoran pabrik," kata Warno, salah seorang Ketua RT di Desa Roomo, Jumat (8/8/2025).
Warno menceritakan, kejadian paling parah itu dampak dari PT Smelting tahun 2013 silam. Saat itu ratusan warga diungsikan ke Sarana Olah Raga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik akibat menghirup gas perusahaan PT Smelting Gresik.
Ia menyebut, gas yang dihirup warga sangat berbahaya, sehingga membuat ratusan warga merasa mual serta sebagian lainnya terpaksa dirawat di rumah sakit setempat.
"Saat itu parah terpapar gas jenis S02 dari salah satu mesin PT Smelting," ujarnya.
Selanjutnya, kebocoran serupa dengan insiden di pabrik milik Grup Linde Indonesia, Selasa (29/7/2025), sejumlah warga harus dirujuk ke rumah sakit akibat debu perlit atau sejenis abu vulkanik yang terhirup ke tubuh.
Sementara itu, Plt Ketua BPD Desa Roomo, Zainal Arifin, membenarkan kejadian kebocoran pabrik yang berdampak ke Desa Roomo sudah dua kali terjadi.
Ia menyayangkan, dari kedua perusahaan yang bersangkutan sebelumnya tidak responsif ke warga sebelum terjadinya insiden kebocoran.
"Semua perusahaan begitu, kalau belum ada kejadian tidak responsif," ungkap dia.
PT Smelting maupun Linde Indonesia sebelumnya tidak menganggap warga. Padahal warga sekitar, khususnya Desa Roomo paling dekat dan terdampak dari segala aktivitas pabrik.
Setelah kejadian kebocoran, keduanya baru memulai pembicaraan kompensasi dan mengeluarkan dana CSR ke warga.
"Kita berharap semua perusahaan bisa responsif ke warga sekitar pabrik. Apalagi yang paling banyak dirugikan dari kegiatan produksi pabrik ialah warga sekitar minimal seperti polusi udara," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, warga Desa Roomo menerima kompensasi akibat dampak kebocoran pabrik gas milik grup PT Linde Indonesia mencapai Rp1 miliar. Sedangkan dari insiden kebocoran pabrik PT Smelting, warga menerima kompensasi mencapai Rp8 miliar. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

