Target Ambisius, Warga Batu Tak Boleh Cuma Lulus SMP, Minimal Harus Sarjana!

Salah satu instrumen utama yang akan diperkuat adalah Program 1.000 Sarjana. Program ini didesain bukan sekadar memberikan gelar akademis, melainkan menciptakan tenaga kerja ahli yang siap diserap pasar.

24 Jan 2026 - 16:20
Target Ambisius, Warga Batu Tak Boleh Cuma Lulus SMP, Minimal Harus Sarjana!
Ilustrasi PPDB di Kota Batu (Dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP — Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menempatkan peningkatan kualitas pendidikan sebagai agenda strategis utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030. 

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan komitmennya untuk melakukan lompatan besar guna memastikan sumber daya manusia (SDM) lokal mampu bersaing di tingkat global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kota Batu pada tahun 2025 tercatat berada di angka 9,95 tahun. 

Meski angka ini telah melampaui rata-rata Provinsi Jawa Timur (8,39 tahun) dan nasional (9,07 tahun), secara faktual mayoritas warga Kota Batu masih mengenyam pendidikan hingga jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

Politisi yang karib disapa Cak Nur tersebut menilai kondisi ini sebagai alarm sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah. 

Ia mematok target ambisius agar RLS Kota Batu meningkat signifikan hingga mencapai 13 tahun pada 2030 mendatang.

"Capaian saat ini belum cukup untuk menjawab tantangan masa depan. Fakta bahwa rata-rata warga berhenti di SMP harus kita ubah. Dalam RPJMD 2025–2030, kami menargetkan RLS naik hingga 13 tahun, atau setara dengan jenjang Diploma," ujar Nurochman saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/1/2026).

Untuk merealisasikan target tersebut, Cak Nur menekankan bahwa pembangunan fisik sekolah saja tidak cukup. 

Diperlukan kebijakan afirmatif yang mampu membedah akar persoalan, terutama hambatan ekonomi dan aksesibilitas.

Salah satu instrumen utama yang akan diperkuat adalah Program 1.000 Sarjana. Program ini didesain bukan sekadar memberikan gelar akademis, melainkan menciptakan tenaga kerja ahli yang siap diserap pasar.

"Kami ingin lulusan Kota Batu tidak hanya sarjana di atas kertas. Kami menyiapkan skema rekomendasi karier melalui sinergi dengan dunia usaha dan industri (DUDI). Jadi, pendidikan yang ditempuh benar-benar selaras dengan kebutuhan lapangan kerja," tegasnya.

Wali Kota menekankan bahwa investasi di sektor pendidikan merupakan fondasi jangka panjang pembangunan daerah. Fokus utamanya adalah memastikan tidak ada anak di Kota Batu yang putus sekolah hanya karena terkendala biaya.

"Pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan. Jika kita berhasil meningkatkan standar pendidikan masyarakat, dampaknya akan dirasakan dalam bentuk peningkatan produktivitas dan kualitas hidup warga Kota Batu hingga puluhan tahun ke depan," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow