Surabaya Incar Perputaran Ekonomi Rp15 Triliun Lewat Holiday Super Sale 2025
Surabaya membidik perputaran ekonomi hingga Rp15 triliun dalam satu bulan lewat Surabaya Holiday Super Sale, menjadikannya program diskon akhir tahun terbesar yang pernah digelar kota ini.
SURABAYA, SJP - Mendekati pengujung tahun, aktivitas belanja di berbagai kota Indonesia selalu menunjukkan pola yang sama, dari keramaian meningkat, pusat perbelanjaan kembali padat, hingga masyarakat memanfaatkan momentum akhir tahun untuk memenuhi kebutuhan sekaligus berburu promo.
Fenomena ini tak hanya memperkuat sektor retail, tetapi juga menjadi pendorong penting bagi perputaran ekonomi regional, termasuk di kota besar seperti Surabaya yang tahun ini menyiapkan sebuah program raksasa.
Pemerintah Kota Surabaya bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur meluncurkan Surabaya Holiday Super Sale (SHSS), sebuah program diskon besar-besaran lintas sektor yang dibuka bersamaan dengan Light Up Ceremony Christmas Wonderland di The Courtyard Pakuwon City Mall, Minggu (30/11/2025).
SHSS berlangsung selama satu bulan penuh, terhitung sejak 1 hingga 31 Desember 2025, melibatkan seluruh pusat perbelanjaan, hotel, restoran, hingga destinasi wisata di Surabaya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa program tersebut digelar sebagai upaya kota untuk menciptakan ekosistem belanja dan wisata yang terintegrasi selama libur akhir tahun.
"Surabaya mengadakan sale besar-besaran, tidak hanya di mall, tapi juga di hotel, restoran, dan tempat wisata," ujar Eri dalam opening ceremony SHSS 2025, Minggu (30/11/2025)
Pemkot menilai partisipasi penuh dari sektor retail menjadi elemen krusial, mengingat ribuan tenan di seluruh kota ikut serta memberikan berbagai bentuk diskon. Menurut Eri, keterlibatan APPBI juga memastikan program berlangsung di seluruh mall, bukan terbatas pada satu jaringan tertentu. "Semua mall dan tenan ikut memberikan diskon, jumlahnya ribuan," tambahnya.
Mendorong Wisata Belanja dan Perputaran Ekonomi
Pemerintah Kota yakin SHSS dapat menarik pengunjung dari luar daerah dan mendorong masyarakat Surabaya untuk memilih kotanya sendiri sebagai destinasi libur akhir tahun. Eri menekankan bahwa tujuan utamanya adalah meningkatkan daya tarik kota sebagai hub wisata belanja, sekaligus memperkuat pendapatan daerah.
"Harapannya, warga Surabaya dan luar Surabaya bisa menikmati liburan dan berbelanja di Surabaya, bukan ke kota lain," kata Eri.
Di sisi lain, keberhasilan sejumlah program sebelumnya menjadi acuan pemkot. Ia mencontohkan penyelenggaraan Surabaya Marathon yang mampu menyumbang hingga Rp6 miliar PAD. Dengan durasi SHSS yang berlangsung sebulan penuh dan melibatkan lebih banyak sektor, potensi pendapatan dinilai jauh lebih besar.
“Target kita dari APPBI saja 15 triliun, belum dari sektor lainnya,” ujarnya.
Selain mendorong belanja, program ini dikemas agar mudah diakses seluruh lapisan masyarakat. Berbagai kategori produk dan layanan, mulai dari fashion, kuliner, perlengkapan rumah, hotel, hingga rekreasi keluarga menawarkan potongan harga berjenjang.
“Semua orang bisa dapat diskon, sampai 80 persen. Itu dilakukan di mall-mall untuk semua barang,” ucap Eri.
Siklus Retail Mulai Pulih Menjelang Akhir Tahun
Sementara itu, Ketua APPBI Jawa Timur, Sutandi Purnomosidi, menjelaskan bahwa SHSS digelar pada momentum yang tepat. Ia memaparkan bahwa selama 30 tahun terakhir, siklus daya beli masyarakat selalu menurun pada periode Agustus hingga Oktober, dengan penurunan berkisar 20–30 persen. Tahun ini pun mengikuti pola serupa, meski turunnya sedikit lebih landai.
"Agustus sampai Oktober pasti turun, sekitar 20–30 persen,” kata Sutandi.
Namun menjelang akhir November, APPBI melihat kembalinya minat belanja masyarakat. Lonjakan pengunjung di pusat perbelanjaan seperti Tunjungan Plaza dan Pakuwon City menjadi indikasi kuat bahwa konsumsi domestik mulai pulih setelah periode landai.
“Menjelang akhir November ini, masyarakat sudah kembali shopping dan mall sudah ramai lagi,” ujarnya.
Target Perputaran Ekonomi Capai 15 Triliun
APPBI Jawa Timur menargetkan perputaran ekonomi sebesar Rp15 triliun selama pelaksanaan SHSS. Target itu dihimpun dari 17 mall yang berada di bawah koordinasi APPBI, belum termasuk potensi dari hotel, restoran, dan destinasi wisata yang juga ikut berpartisipasi. Hal ini membuat SHSS menjadi salah satu program belanja terbesar yang pernah digelar di Surabaya.
“Dari 17 mall yang ikut tahun ini, kami menargetkan 15 triliun dalam satu bulan,” ujar Sutandi.
Untuk mendukung pencapaian itu, APPBI meminta seluruh tenan di masing-masing mall memberikan penawaran terbaik dan menghadirkan ragam promo yang variatif.
“Mulai dari diskon 10 persen hingga 80 persen, semuanya berpartisipasi,” katanya.
Dengan cakupan yang luas dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Surabaya berharap SHSS menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi sekaligus penguat sektor pariwisata kota.
Pemkot Surabaya bersama APPBI optimistis bahwa integrasi program seperti ini dapat meningkatkan pendapatan daerah, memaksimalkan okupansi hotel, serta memperluas multiplier effect bagi pelaku UMKM dan industri retail. (*)
Editor : Danu
What's Your Reaction?

