Menjelajah Tugu Pahlawan di Malam Hari Lewat Night at The Museum
Night at The Museum kembali hadir pada 28–30 November 2025, dengan menjadi bagian dari program cross musea bertema Bajawara, sebuah pameran lintas museum yang mengisahkan proses perjuangan kemerdekaan 1945 hingga pembangunan Tugu Pahlawan.
SURABAYA, SJP - Night at The Museum kembali hadir di Surabaya. Bukan seperti film Hollywood yang menunjukkan patung-patung hidup dan berlarian di lorong museum di tengah malam, versi kota Pahlawan justru menghadirkan suasana malam yang hidup.
Night at The Museum sendiri adalah program kunjungan museum di malam hari yang pertama kali digelar pada pada Mei 2023 oleh Pemerintah Kota Surabaya lewat UPTD Tugu Pahlawan dan Museum 10 November.
Program tersebut lahir sebagai upaya menghadirkan cara baru menikmati ruang sejarah, sekaligus menjadikan museum sebagai ruang publik yang hangat, inklusif, dan relevan bagi generasi muda.
Lantunan musik, pertunjukan budaya, serta keramaian pengunjung akan menghidupkan area Tugu Pahlawan yang normalnya sudah tutup pada sore hari, kini akan tetap buka di bawah langit malam.
Sejak awal, Night at the Museum tidak sekadar membuka pintu museum lebih lama, namun juga menghadirkan pertunjukan budaya, kuliner UMKM, serta kegiatan edukatif yang dirangkai dalam suasana malam hari.
Tahun ini, kegiatan tersebut kembali hadir pada 28–30 November 2025, mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB dengan menjadi bagian dari program cross musea bertema Bajawara, sebuah pameran lintas museum yang mengisahkan proses perjuangan kemerdekaan 1945 hingga pembangunan Tugu Pahlawan.
Bajawara sendiri digelar dua kali setiap tahun, pada Mei untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan pada November untuk menyambut Hari Pahlawan. Melalui konsep itu, Night at The Museum menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang paling ditunggu oleh masyarakat Kota Surabaya.
"Program tahunan cross musea tahun ini mengangkat tema Bajawara. Pameran ini menceritakan proses perjuangan kemerdekaan sejak tahun 1945 sampai pembangunan Tugu Pahlawan," ujar Dinar, Museum Edukator Cross Musea, Minggu (30/11/2025).
Tahun ini, pameran Bajawara melibatkan empat museum, diantaranya adalah Museum Naskah Proklamasi Jakarta, Museum Pers Nasional Solo, Museum Islam Nusantara KH Hasyim Asy’ari Jombang, serta Museum Tugu Pahlawan Surabaya.
Antusiasme Pengunjung yang Selalu Tinggi
Dinar menjelaskan bahwa Night at The Museum merupakan rangkaian paling dinantikan pengunjung setiap tahun. Pada gelaran sebelumnya, jumlah pengunjung mencapai tujuh ribu orang, angka yang cukup besar untuk sebuah program wisata sejarah malam hari.
"Antusiasnya sangat tinggi. Karena tidak setiap bulan digelar, jadi masyarakat selalu menunggu momen ini," jelas Dinar.
Tahun ini, penyelenggara berharap jumlah pengunjung dapat meningkat. Selain waktunya yang kembali digelar pada akhir pekan, konsep hiburan budaya, instalasi visual, serta pengalaman menjelajah museum di malam hari dinilai menjadi daya tarik yang sulit ditolak, terutama oleh keluarga muda dan generasi pelajar. (*)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

