Stok Beras Jatim Capai 1,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selain beras, stok jagung di Jawa Timur juga dalam kondisi aman. Saat ini, cadangan jagung tercatat sebesar 55 ribu ton dan masih terus bertambah seiring penugasan pemerintah yang menargetkan pengadaan jagung nasional hingga 1 juta ton.

27 Apr 2026 - 20:05
Stok Beras Jatim Capai 1,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, dananggota DPR RI, Anggia Ermarini saat meninjau gudang Bulog di Pulosari, Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Perusahaan Umum Perum Bulog memastikan cadangan pangan nasional berada dalam kondisi aman. Bahkan, stok beras di Jawa Timur saat ini mencatatkan capaian tertinggi sepanjang sejarah, menjadi indikator kuat terjaganya ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim.

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, dalam kunjungannya ke Tulungagagung, Senin (27/4/2026), menyatakan stok beras di Jawa Timur telah mencapai 1,3 juta ton. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Sementara secara nasional, cadangan beras pemerintah telah menembus 5,1 juta ton.

So far sampai sekarang ini kita lihat kita punya cadangan beras yang cukup ya, 5 juta ton lebih sampai hari ini. Sudah hampir 5,1 juta ton, sekitar 5,89 juta ton. Kurang 11.000 ton lagi itu sudah 5,1 juta. Insyaallah hari ini sudah tercapai 5,1 juta ton,” ujar Prihasto.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan kesiapan Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di masyarakat. Proses penyerapan gabah petani yang terus berjalan turut menjadi faktor utama terjaganya stok nasional.

Terkait penugasan pemerintah, Bulog pada tahun 2025 telah berhasil memenuhi target penyerapan sebesar 3 juta ton setara beras. Sementara untuk tahun 2026, pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 4 menugaskan penyerapan sebesar 4 juta ton.

“Untuk capaian secara nasional, tahun 2025 kita dapat tugas 3 juta ton dan alhamdulillah sudah tercapai. Untuk tahun 2026 kita mendapat penugasan 4 juta ton. Saat ini kita sudah menyerap hampir 2,4 juta ton atau kurang lebih sekitar 60 persen dari target,” jelasnya.

Selain beras, stok jagung di Jawa Timur juga dalam kondisi aman. Saat ini, cadangan jagung tercatat sebesar 55 ribu ton dan masih terus bertambah seiring penugasan pemerintah yang menargetkan pengadaan jagung nasional hingga 1 juta ton.

“Jawa Timur ada 55.000 ton dan ini masih terus bertambah. Nanti kita juga akan mendapat penugasan jagung 1 juta ton secara nasional, dengan target di masing-masing provinsi,” tambah Prihasto.

Di tengah melimpahnya stok pangan, tantangan yang dihadapi Bulog saat ini justru terletak pada keterbatasan kapasitas gudang. Di sejumlah daerah seperti Tulungagung, upaya pencarian tambahan ruang penyimpanan terus dilakukan untuk menampung hasil panen yang meningkat.

Kondisi ini pun mendapat apresiasi dari anggota DPR RI, Anggia Ermarini. Ia menilai capaian produksi dan serapan pangan, khususnya di Tulungagung, menunjukkan kinerja yang sangat positif.

“Alhamdulillah, produktivitas padi di Tulungagung ini bagus, dan rendemennya juga paling bagus. Bulog juga punya stok yang sangat besar, bahkan sampai gudangnya kurang. Ini membanggakan bagi kita semuanya,” ujarnya.

Anggia juga mengaku optimistis terhadap cita-cita swasembada pangan nasional yang selama ini didorong pemerintah. Ia bahkan menyebut kondisi saat ini sebagai wujud nyata dari harapan lama untuk mengurangi ketergantungan impor.

“Semangatnya Presiden adalah swasembada pangan. Sejak dulu impiannya bagaimana kita tidak perlu impor, bahkan bisa ekspor. Dan hari ini terwujud, seperti mimpi yang jadi kenyataan,” tuturnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow