Soto Pawon Mak Sri, Legenda Rasa dari Gang Sempit di Kota Blitar

Ada satu kuliner legendaris di Kota Blitar yang menyajikan menu soto ayam. Meski berada di gang sempit, soto pawon Mak Sri tetap ramai dipadati kunjungan saat sarapan pagi, makan siang hingga makan malam.

16 Feb 2026 - 19:00
Soto Pawon Mak Sri, Legenda Rasa dari Gang Sempit di Kota Blitar
Pekerja sedang menunjukkan menu soto ayam di pawon Mak Sri. (Foto : Ninda Kinanti)

KOTA BLITAR, SJP - Di antara padatnya permukiman di Jalan Sumba, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar terdapat sebuah gang sempit yang hanya cukup dilalui sepeda motor.

Tak banyak yang menyangka, dari lorong kecil itu tercium aroma kuah soto yang menggugah selera. Di sanalah Soto Pawon Mak Sri berdiri, sederhana namun selalu ramai sejak pagi hari.

Warung yang dirintis sejak tahun 2001 ini menjadi bukti bahwa rasa tidak pernah bergantung pada lokasi mewah. Meski tersembunyi, pelanggan tetap rela masuk ke gang sempit demi semangkuk soto hangat yang terkenal gurih dan sedap di mulut.

Soto Ayam di Pawon Mak Sri dengan cita rasa khas rempah Jawa yang tidak terlalu tajam, berpadu dengan suwiran ayam, taburan daun seledri, dan bawang goreng yang melimpah.

Pilihan porsinya pun ramah di kantong, mulai Rp7.000 untuk porsi kecil hingga Rp10.000 untuk porsi jumbo, pembeli sudah bisa menikmati sarapan yang mengenyangkan.

"Harganya mulai dari Rp7.000 untuk porsi yang kecil, kalau mau yang lebih bisa pesan dengan porsi jumbo," terang pemilik bernama Mak Sri saat ditemui, Senin (16/2/2026).

Setiap pagi, aktivitas di dapur Mak Sri sudah dimulai sebelum matahari terbit. Beras dimasak dalam jumlah besar, ayam direbus, dan bumbu diracik seperti rutinitas yang tak pernah berubah selama lebih dari dua dekade. 

Dalam sehari, puluhan kilogram beras dan belasan kilogram ayam diolah demi memenuhi permintaan pelanggan yang datang silih berganti.

"Per hari biasanya 50-60 kilogram gram beras yang di masak. Kalau ayam biasanya sekitar 20 kilogram," ujarnya.

Tak hanya warga sekitar, pelanggan datang dari berbagai kalangan. Pelajar, pekerja, hingga ibu rumah tangga kerap menjadikan warung ini sebagai tempat sarapan sekaligus ruang berbincang santai. 

Suasananya sederhana, dengan bangku panjang dan meja seadanya, namun justru menghadirkan rasa akrab layaknya makan di rumah sendiri.

Mak Sri mengatakan nama "Soto Pawon" sendiri lahir dari celetukan para pelajar yang sering makan di sana. Karena letaknya menyatu dengan area dapur rumah atau "pawon" dalam bahasa Jawa, sebutan itu pun melekat hingga kini.

Mak Sri mengaku tak pernah menghitung berapa porsi yang terjual setiap hari. Baginya, yang terpenting dagangannya habis dan pelanggan pulang dengan perut kenyang serta hati senang. Konsistensi rasa menjadi kunci bertahannya usaha ini di tengah banyaknya pilihan kuliner modern.

"Yang ngasih nama Soto Pawon itu anak-anak sekolah yang sering kesini. Kan lokasinya di dapur belakang ya," kata dia.

Soto Pawon Mak Sri buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga malam. 

Di sudut gang kecil itu, Soto Pawon Mak Sri membuktikan bahwa kuliner legendaris tak selalu berada di tempat yang mudah ditemukan. Kadang, justru yang tersembunyi menyimpan kenikmatan paling berkesan. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow