Sosok Pahlawan Lingkungan: Dibalik Kampung Siba Gresik Jadi Kawasan Zero Waste
Ia aktif memimpin program-program pengurangan sampah mencakup edukasi pengelolaan sampah sejak dari rumah, gerakan ekonomi isi ulang (refill) untuk mengurangi sampah sachet, dan kegiatan lomba pemilahan sampah.
GRESIK, SJP—Berlokasi di wilayah perkotaan Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kampung Sidokumpul Barat (Siba), Kecamatan Gresik, mencuri perhatian karena kebersihan lingkungannya. Kampung Siba itupun mendapat berbagai penghargaan sebagai Kampung Bebas Sampah atau Zero Waste.
Kondisi tersebut tak terlepas dari Saifudin Efendi, sosok pahlawan berjuang di bidang lingkungan. Pria berusia 46 tahun itu berperan aktif mengajak warga sekitar RT 02 RW 05 mengurangi sampah sejak tujuh tahun silam.
Ia aktif memimpin program-program pengurangan sampah mencakup edukasi pengelolaan sampah sejak dari rumah, gerakan ekonomi isi ulang (refill) untuk mengurangi sampah sachet, dan kegiatan lomba pemilahan sampah.
"Perubahan di Kampung Siba ini sudah banyak, mulai masyarakat yang dahulu yang tidak peduli dan memilah sampah, sekarang sudah mau memilah sampah. Dampak kesehatan juga, disaat kawasan lain terserang DBD (Demam Berdarah Dengue), kita masih aman," kata Saifudin, Senin (10/112025).
Saifudin mengatakan, setidaknya ada sebanyak 77 kepala keluarga (KK) atau 200 jiwa yang terlibat sebagai kampung Zero Waste. Memulai tahun 2018 silam, ia menceritakan menginisiasi kampung Zero waste ini tidak dilakukan dalam waktu yang singkat.
Mendapat dukungan dari berbagai pihak, Saifudin konsisten memberikan contoh perilaku mengurangi sampah. Memulai sebagai pembina organisasi karang taruna, ia mengajak anak-anak membuat ecobrick sebagai solusi mengurangi sampah sachet.
Dilanjutkan sebagai Ketua RT02 RW05 Kampung Siba, ia turut memberikan fasilitas mulai tong pengolahan sampah organik seperti tong kompos dan biopori. "Kita turut menyiasati bagaimana mencari permodalan yang tidak membutuhkan biaya banyak," jelasnya.
Menurut dia, respon warga pertama kali turut kebingungan soal Zero Waste. Tetapi berkat bimbingan pemerintah hingga komunitas lingkungan, warga berhasil memilah sampah dari dapur hingga tak ada yang terbuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.
Sebagian pengelolaan sampah itu diolah warga ke Bank Sampah. Di mana sampah yang memiliki nilai ekonomi dikumpulkan dan terjual ke pengepul. Pihaknya juga bekerjasama dengan pihak ketiga untuk pengadaan mesin minyak jelantah yang disulap menjadi uang berbentuk saldo rupiah. "Kita juga memiliki produk dari olahan pencacah sampah," tambahnya.
Berbagai penghargaan lingkungan sudah didapatkan Kampung Siba seperti Nawakarsa Award sebagai kawasan Zero Waste dan program Gresik Kawasan Merdeka Sampah tahun 2024. Ia berharap, wilayah lainnya dapat menjadi kampung Zero Waste serupa lantaran sampah yang tidak terkendali dan mencemari lingkungan. "Setidaknya kita bisa mengurangi sampah dari rumah," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

