Kenang Jasa Pahlawan Lewat Karya Seni Lukis Pasir ala Pelukis Jombang

Dengan jari-jarinya yang menari di atas butiran pasir, Akhyak melahirkan wajah-wajah para pejuang bangsa, seolah menghidupkan mereka kembali dari lembaran sejarah.

10 Nov 2025 - 18:58
Kenang Jasa Pahlawan Lewat Karya Seni Lukis Pasir ala Pelukis Jombang
Karya lukis seniman Jombang untuk mengenang jasa para pahlawan. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Memperingati Hari Pahlawan tak melulu melalui upacara dan pidato. Bagi Mohamad Akhyak, seorang pelukis pasir asal Jombang yang juga guru seni di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jombang, mengenang jasa pahlawan dapat diwujudkan dengan cara yang lebih halus dan menyentuh, yaitu melalui seni.

Dengan jari-jarinya yang menari di atas butiran pasir, Akhyak melahirkan wajah-wajah para pejuang bangsa, seolah menghidupkan mereka kembali dari lembaran sejarah. "Saya ingin anak-anak bangsa bangga pada sejarahnya. Dan mereka bisa menunjukkan kecintaan itu lewat karya, apa pun bentuknya," ujarnya kepada wartawan, Senin (10/11/2025).

Melalui medium yang sederhana namun penuh makna, pria asal Dusun Bulak, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang ini menghidupkan kembali semangat para tokoh perjuangan, baik yang berjasa di medan tempur maupun di dunia pendidikan dan kebudayaan.

Beberapa tokoh yang pernah dihadirkannya dalam lukisan pasir antara lain KH. Hasyim Asy’ari, perintis Resolusi Jihad. KH. Wahab Hasbullah, pejuang kemerdekaan dan tokoh pergerakan nasional. Jenderal Sudirman, simbol keteguhan dan pengorbanan. KH. Wahid Hasyim, pembaharu pendidikan Islam. Cak Durasim, seniman ludruk yang menyuarakan perlawanan. Cak Asmuni, pelawak yang menanamkan nilai nasionalisme.

Bagi Akhyak, para tokoh tersebut berjuang dengan caranya masing-masing. "Mereka bukan hanya bertempur dengan senjata, tapi juga dengan ilmu, seni, dan budaya. Itulah yang membuat mereka abadi," tegasnya.

Akhyak berupaya menyalurkan semangat perjuangan kepada generasi muda melalui karya seni pasirnya. Ia meyakini bahwa setiap orang memiliki cara unik untuk berkontribusi kepada bangsa.

"Santri bisa memperingati perjuangan lewat syair dan dakwah, pelajar lewat drama atau puisi, dan seniman lewat lukisan. Semua punya jalan masing-masing," ungkapnya.

Baginya, seni pasir bukan sekadar tontonan estetis, melainkan sarana pendidikan karakter. Sebuah media yang membumi, mudah dipahami, namun sarat makna dan mampu menyentuh rasa bangga sebagai anak Indonesia.

"Bila kita mencintai pahlawan, maka lanjutkan perjuangannya dengan karya," ujarnya.

Dalam menciptakan karyanya, Akhyak menggunakan kanvas, pasir putih, dan lem kayu. Prosesnya dimulai dengan menaburkan lem kayu pada kanvas, lalu menaburkan pasir putih di atasnya. Setelah kering dijemur di bawah terik matahari, sketsa gambar dibuat di atas permukaan pasir menggunakan pensil.

Langkah selanjutnya adalah mengoleskan lem kayu kembali pada area sketsa, lalu menaburkan pasir berwarna untuk menghidupkan lukisan 3 dimensinya. "Saya sudah menekuni ini sejak tahun 2017," imbuhnya.

Karyanya juga diperjualbelikan. Untuk lukisan berukuran 40x60 cm, harganya sekitar Rp 1,5 juta. Sementara lukisan berukuran 80x120 cm bisa mencapai Rp 14 juta, dengan pengerjaan tercepat tiga hari dan terlama hingga satu minggu.

Sebagai putra daerah, Akhyak menaruh kebanggaan besar pada tanah kelahirannya. Jombang, yang dikenal sebagai Kota Santri dan telah melahirkan banyak pahlawan nasional, ingin ia abadikan nilainya melalui seni.

"Jombang melahirkan pahlawan, generasi kini meneruskan perjuangan, dan seni menjadi penghubung nilai-nilai kebangsaan," ungkapnya.

Seri karya seni pasirnya akan terus berkembang, menampilkan lebih banyak sosok pahlawan dari seluruh Nusantara. Setiap guratan yang ia buat bukan hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan pesan moral dan doa yang mendalam.

"Semoga perjuangan para pahlawan tetap hidup dalam hati generasi bangsa, dan menjadi cahaya yang menuntun mereka mencintai negeri ini dengan karya," pungkas Akhyak. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow