SMKN Margomulyo Bojonegoro Ikut Jaga Tradisi Nggemblang

Tradisi nggemblang sendiri menjadi bagian dari rangkaian menjelang pelaksanaan nyadran atau sedekah desa pasca panen yang masih rutin dijalankan masyarakat Margomulyo.

26 May 2026 - 16:30
SMKN Margomulyo Bojonegoro Ikut Jaga Tradisi Nggemblang
Burhanudin (tiga dari kanan), Kepala SMKN Margomulyo. (Abrori/SJP)

BOJONEGORO, SJP – SMKN Margomulyo menunjukkan keterlibatannya dalam menjaga tradisi lokal masyarakat sekitar sekolah dengan mengikuti tradisi nggemblang di Dusun Jeruk Gulung, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Senin Pahing (25/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Kepala SMKN Margomulyo Burhanudin bersama guru dan karyawan sekolah usai kegiatan belajar mengajar. Mereka melakukan anjangsana ke rumah Kepala Dusun Jeruk Gulung Sigit Winarno, sejumlah warga, serta keluarga besar sekolah yang berada di dusun setempat.

Tradisi nggemblang sendiri menjadi bagian dari rangkaian menjelang pelaksanaan nyadran atau sedekah desa pasca panen yang masih rutin dijalankan masyarakat Margomulyo.

Kepala SMKN Margomulyo, Burhanudin, mengatakan keterlibatan sekolah dalam tradisi masyarakat merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan sosial sekaligus melestarikan budaya lokal yang masih hidup di lingkungan sekitar sekolah.

Menurutnya, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam bidang pendidikan, tetapi juga perlu hadir di tengah masyarakat dan menghormati tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

“Sekolah ingin ikut menjaga tradisi masyarakat sekitar agar tetap lestari. Selain itu juga untuk mempererat hubungan antara sekolah dengan warga,” ujarnya.

Ia menilai kedekatan sekolah dengan masyarakat penting untuk membangun lingkungan pendidikan yang harmonis, terutama karena sebagian siswa dan keluarga besar sekolah berasal dari wilayah sekitar.

Sementara itu, Kepala Dusun Jeruk Gulung, Sigit Winarno, menjelaskan tradisi nggemblang merupakan kegiatan silaturahmi warga sebelum pelaksanaan nyadran desa yang digelar setelah musim panen.

“Tradisi ini sudah ada sejak dulu. Warga saling berkunjung sebelum pelaksanaan nyadran di Sendang Gede,” kata Sigit.

Tahun ini, lanjut dia, nyadran Dusun Jeruk Gulung dilaksanakan pada Selasa (26/5/2026) bertepatan hari pasaran Pon.

Dalam tradisi nggemblang, warga biasanya menyuguhkan makanan khas seperti pisang, rengginang, jadah, tape ketan, hingga jenang sebagai bagian dari tradisi turun-temurun.

Warga setempat, Sutiono, mengatakan tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan kumpul warga, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antar keluarga dan masyarakat.

“Kebersamaan warga masih terasa lewat tradisi seperti ini,” tuturnya.

Kehadiran SMKN Margomulyo dalam kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sekolah dinilai tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga ikut menjaga nilai sosial dan budaya yang berkembang di lingkungan sekitar. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow