Rumah di Singosari Malang Meledak Saat Penghuni Berkumpul

Ledakan diduga berasal dari bahan petasan menghancurkan rumah warga di Singosari Malang dan menyebabkan enam anggota keluarga terluka.

26 May 2026 - 15:44
Rumah di Singosari Malang Meledak Saat Penghuni Berkumpul
Kapolsek AKP A. Zainuddin bersama tim kepolisian dan INAFIS melakukan olah TKP di lokasi ledakan rumah warga di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. (Foto : Kapolsek Singosari for SJP)

MALANG, SJP – Jelang Lebaran Idul Adha, sebuah rumah warga di Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, mengalami kerusakan parah akibat ledakan yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan enam orang yang masih satu keluarga mengalami luka-luka. Satu korban di antaranya mengalami luka bakar serius.

Korban luka berat diketahui bernama Arifin (26), yang mengalami luka bakar di hampir seluruh tubuh. Sementara lima korban lain mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh.

Kapolsek Singosari, AKP Achmad Zainuddin mengatakan, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.

“Begitu menerima informasi adanya ledakan, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara,” ujar AKP Achmad Zainuddin, Senin (25/5/2026).

Menurut keterangan saksi, saat kejadian penghuni rumah sedang berada di beberapa ruangan berbeda. Sebagian berada di ruang keluarga dan ruang tamu, sementara salah satu saksi sedang memberi makan ternak di kandang.

“Tiba-tiba terdengar suara ledakan satu kali dengan suara cukup keras. Setelah dicek, kondisi rumah sudah mengalami kerusakan parah,” jelasnya.

Polisi menduga sumber ledakan berasal dari bahan petasan yang berada di dalam rumah. Dugaan tersebut diperkuat dari hasil awal olah TKP yang dilakukan petugas.

“Hasil sementara dari olah TKP, ledakan diduga berasal dari bahan petasan. Namun penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, satu unit rumah mengalami kerusakan berat dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp125 juta. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyimpan ataupun merakit bahan petasan karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” pungkas AKP Achmad Zainuddin. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow