Siswa di Lamongan Tewas Dibacok Sekelompok Orang, Pelaku Terpengaruh Miras
Peristiwa terjadi saat korban hendak pulang dari sebuah kafe bersama rombongannya. Mereka diadang pelaku yang dalam pengaruh minuman keras dan langsung menyerang menggunakan celurit.
LAMONGAN, SJP—Seorang siswa berinisial NFD asal Desa Sumengko, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, tewas usai dibacok sekelompok pemuda pada Jumat (30/5/2025) malam.
Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto menerangkan, peristiwa itu terjadi setelah korban dan rombongannya berkunjung ke sebuah kafe di wilayah Kecamatan Babat.
Saat hendak meninggalkan kafe, korban tiba-tiba dihampiri oleh para pelaku yang sudah dalam pengaruh minuman keras (miras).
"Korban bersama rombongan hendak meninggalkan kafe tersebut. Namun saat di perjalanan, mereka diadang pelaku yang langsung mengayunkan celurit ke arah korban," terangnya, Selasa (3/6/2025).
AKBP Agus menjelaskan, celurit tersebut diayunkan dua kali hingga mengenai bagian punggung dan bahu korban. Meski sempat berusaha melarikan diri, korban akhirnya terjatuh di depan Pasar Gembong, Kecamatan Babat.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Karangkembang, Kecamatan Babat. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang diderita.
Polisi bergerak cepat usai kejadian dan berhasil mengamankan dua orang pelaku berinisial RW dan DP. Penyidikan awal menunjukkan bahwa para pelaku melakukan aksinya dalam keadaan mabuk.
"Ini murni tindak kriminal yang dilatarbelakangi pengaruh minuman keras. Bukan karena konflik antar-perguruan silat. Semua perguruan silat mengajarkan kebaikan, bukan tindakan melanggar hukum," tegas AKBP Agus.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.
Selain itu, pelaku juga dikenakan Pasal 170 Ayat 2 ke-3 KUHP, dengan ancaman pidana 12 tahun penjara. Polisi masih mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam kasus tersebut. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

