Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada atas Lonjakan Kasus Covid-19 di Asia

Kemenkes RI meningkatkan kewaspadaan akibat naiknya kasus Covid-19 di beberapa negara Asia. Meski kasus di Indonesia menurun, masyarakat tetap diimbau waspada, menjaga protokol kesehatan, dan melengkapi vaksinasi booster.

03 Jun 2025 - 09:54
Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada atas Lonjakan Kasus Covid-19 di Asia
Kemenkes tengah mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 di beberapa negara kawasan Asia, seperti Thailand, Singapura hingga Hong Kong. (Foto: Freepik)

SUARAJATIMPOST.COM—Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) kini tengah mencermati peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah negara Asia. Seperti Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura, yang terjadi pada pekan ke-12 tahun 2025.

Berdasarkan informasi dari Kemenkes, tiap negara menunjukkan penyebaran varian yang berbeda. Thailand didominasi oleh varian XEC dan JN.1. Sementara Singapura banyak mencatatkan varian LF.7 dan NB.1.8 yang masih turunan dari JN.1.

Sedangkan varian utama yang beredar di Hong Kong yaitu JN.1. Sementara lonjakan kasus Covid-19 di Malaysia diyakini dipicu oleh varian XEC, yang juga turunan dari JN.1.

Meskipun kasus meningkat, tingkat penularan dan kematian di negara-negara tersebut dinilai masih cukup rendah. Sementara di Indonesia, perkembangan kasus Covid-19 menunjukkan penurunan pada minggu ke-20 tahun 2025.

Dari sebelumnya 28 kasus di minggu ke-19, kini jumlahnya turun menjadi hanya tiga kasus dengan angka positivity rate sebesar 0,59 persen. Varian yang paling banyak ditemukan di Tanah Air saat ini adalah MB.1.1.

Sebagai bentuk antisipasi, Kemenkes mengeluarkan surat edaran guna memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi lonjakan Covid-19 maupun penyakit yang berisiko menjadi kejadian luar biasa.

Edaran tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dirjen P2 Nomor SR.03.01/C/1422/2025 tentang Kewaspadaan terhadap Peningkatan Kasus Covid-19.

Surat ini ditujukan kepada berbagai pihak. Seperti Dinas Kesehatan, UPT yang menangani kekarantinaan dan laboratorium kesehatan masyarakat, serta seluruh fasilitas layanan kesehatan dan pihak-pihak yang terkait, agar terus mengikuti perkembangan informasi dan situasi Covid-19 secara global.

Hingga saat ini, pemerintah belum mengambil langkah pembatasan mobilitas lintas negara. Namun, sistem pengawasan di pintu masuk internasional ditingkatkan menggunakan satusehat health pass (SSHP).

“Hingga saat ini, belum ada larangan perjalanan ke luar negeri. Tetapi masyarakat diimbau untuk lebih waspada. Terutama jika berencana bepergian ke negara yang sedang mengalami lonjakan kasus,” kata Aji pada siaran resmi Kemenkes, dikutip dari Beritasatu.com, Senin (2/6/2025).

“Menerapkan protokol kesehatan dasar seperti mencuci tangan, pakai masker saat batuk pilek, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi saluran napas atau flu,” lanjutnya.

Pemerintah melalui Kemenkes juga tetap menganjurkan masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi booster. Terutama bagi kelompok rentan. Seperti lanjut usia (lansia) dan orang dengan penyakit penyerta yang belum menerima dosis tambahan.

“Masyarakat tidak perlu panik, namun kewaspadaan tetap penting. Kami pastikan langkah-langkah deteksi dini, pelaporan, dan kesiapsiagaan terus kami jalankan untuk menjaga situasi nasional tetap aman,” tutup Aji. (**)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow