Siaga Bencana di Kabupaten Blitar, Polres Blitar Kerahkan Ratusan Personel
Sebanyak 260 personel gabungan disiagakan dalam rangka menghadapi cuaca ekstrem di Kabupaten Blitar. Ratusan personel ini terdiri dari anggota Polri TNI, BPBD dan instansi terkait.
BLITAR, SJP - Polres Blitar mengerahkan ratusan personel dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di musim penghujan.
Totalnya ada 150 personel Polres Blitar yang disiagakan, dibantu dengan personel gabungan lain. Yakni 50 personel TNI, 20 personel BPBD, 20 personel Satpol PP, dan 20 tenaga Dinas Kesehatan, lengkap dengan perlengkapan SAR serta sarana pendukung penanganan bencana lainnya.
Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman mengatakan, ratusan personel yang dikerahkan ini menindaklanjuti intruksi dari Mabes Polri. Pasalnya, pada musim penghujan rawan terjadi bencana hidrometeorologi yang perlu adanya tindakan secara cepat dari aparat untuk menanganinya.
"Tingkat kerawanan bencana sangat tinggi, dan di Blitar juga termasuk daerah rawan terjadi bencana alam. Kami bersinergi dengan Pemkab, Kodim, dan stakeholder terkait dalam menghadapai potensi bencana," kata dia, Rabu (5/11/2025).
Kapolres menyebut rencana hidrometeorologi yang bisa saja terjadi di Kabupaten Blitar seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
Sehingga, perlu adanya kesiapsiagaan seluruh unsur untuk keberhasilan penanganan bencana. Perlu adanya sinergi lintas sektoral antara TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, PMI, BMKG, dan seluruh pemangku kepentingan, serta masyarakat dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.
"Kami bersama seluruh instansi terkait berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan personel, peralatan, serta pemetaan wilayah rawan bencana guna memastikan pelaksanaan penanggulangan bencana berjalan terpadu, cepat, tepat, dan humanis demi meminimalisir dampak yang ditimbulkan," ujarnya.
Perlu diketahui, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Kabupaten Blitar sejak beberapa hari terakhir menyebabkan pohon tumbang di sejumlah titik yang merusak rumah warga, hingga fasilitas umum seperti atap di Stadion Gelora Penataran.
Kemudian, tanah longsor terjadi Gandusari yang menyebabkan penghuni rumah mengalami luka-luka. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

