Si Kembar Asal Blitar Dapatkan Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Kue Kering

Sepasang saudara kembar asal Blitar ini mendapatkan omzet ratusan juta dari bisnis kue kering.

10 Mar 2025 - 16:31
Si Kembar Asal Blitar Dapatkan Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Kue Kering
Dua saudara kembar, yakni Wahyu Ria Notiansari (30) dan Wahyu Rita Notiansari (30) saat menunjukan kue kering yang mereka produksi. (Foto:Ninda Kinanti)

BLITAR, SJP - Berbisnis kue kering bisa mendatangkan keuntungan jika dilakoni serius. Seperti yang dilakukan oleh sepasang saudara kembar asal Desa Sunberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Wahyu Ria Notiansari (30) dan Wahyu Rita Notiansari (30).

Si kembar asal Blitar ini mampu meraup banyak keuntungan dari bisnis pembuatan dan penjualan kue kering yang digelutinya. Pesanan semakin meningkat ketika momen Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Ketika mendekati lebaran, yang paling banyak dipesan yaitu kue kering seperti seperti nastar, putri salju, nastar gulung, roti kacang, dan lain sebagainya. Omzet yang didapatkan selama bulan Ramadan dan menjelang lebaran bisa mencapai Rp500 juta.

Saat ditemui di rumahnya, Wahyu Ria Notiansari mengatakan, pada pekan pertama di bulan Ramadan, dia sudah mengirim sebanyak 1.200 toples kue kering ke pelanggan. Berat kue kering per toples antara 500 gram sampai 650 gram.

"Ramadan tahun ini agak berbeda dengan tahun lalu. Tahun ini banyak yang pesan dan dikirim saat awal Ramadan," kata dia, Senin (10/3/2025).

Bisnis kue kering ini sudah digeluti si kembar sejak tahun 2018 lalu. Tidak hanya melayani pesanan untuk lebaran atau setiap hari memproduksi kue kering, saja namun saat momen Ramadan dan jelang lebaran jumlah pesanan mengalami peningkatan drastis.

Menurut Ria, pada hari biasa setiap minggunya dia menerima pesanan sebanyak 200 toples. Saat momen Ramadan dan jelang lebaran, dia mendapat pesanan sebanyak 5.000 sampai 6.000 toples per minggunya.

"Tiap hari kami produksi, untuk harga mulai Rp85.000 sampai Rp155.000 per toples. Per toples dengan berat 500 gram sampai 650 gram," ujarnya.

Sementara itu, Wahyu Rita Notiansari menyampaikan, pemasaran kue kering yang dia produksi sudah menyasar ke dalam negeri hingga luar negeri. Bahkan, dia sudah pernah mengirim kue kering hampir di semua wilayah di Indonesia.

"Kalau ke luar negeri, kami pernah kirim ke Hongkong, Taiwan, Jepang, Singapura, Korea, dan Malaysia. Paling banyak ke Hongkong dan Taiwan," tuturnya.

Rita mengaku fokus pada bagian pemasaran produk kue kering. Sedangkan kembarannya, Ria, lebih fokus pada proses produksi kue kering.

Dalam kurun waktu satu bulan, selama bulan Ramadan sampai lebaran, omzet penjualan kue kering mengalami kenaikan 10 kali lipat dibandingkan dengan hari biasa. Saat momen seperti ini, omzet bisa mencapai Rp500 juta. Saat hari biasa sekitar Rp40 juta per bulan.

"Kalau hari biasa omzet Rp40 juta. Tapi kalau momen Ramadan dan jelang lebaran atau selama satu bulan ini mencapai Rp500 juta," imbuhnya.

Proses produksi kue kering dilakukan di rumah bagian belakang dan si kembar dibantu oleh 20 orang pekerja. Setelah proses produksi rampung dilakukan, proses pengemasan dilakukan di dalam rumah dan nampak hampir separuh ruangan di ruang tamu berisi tumpukan kue kering yang sudah dikemas dan siap dikirim. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow