Harga Jatuh, Penyerapan Minim: Petani Tembakau di Probolinggo Tertekan

Harga tembakau di Probolinggo turun hingga 50 persen. Penyebabnya cuaca buruk dan belum adanya kepastian serapan dari gudang. Petani berharap ada solusi cepat dari pemerintah.

30 Jul 2025 - 15:01
Harga Jatuh, Penyerapan Minim: Petani Tembakau di Probolinggo Tertekan
Petani di Kecamatan Gading, Probolinggo, menjemur tembakau di tengah harga yang terus menurun. (Foto: Rahmad/SJP)

PROBOLINGGO, SJP — Harga tembakau di tingkat petani Kabupaten Probolinggo, mengalami penurunan tajam. Saat ini, harga jual hanya berkisar Rp35.000–Rp40.000 per kilogram, turun drastis dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp70.000 per kilogram.

Kondisi ini memicu kekhawatiran para petani, terutama karena dua faktor utama yang memengaruhi anjloknya harga: cuaca yang belum stabil dan ketidakpastian serapan dari gudang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Arief Kurniadi, menjelaskan bahwa cuaca yang masih sering hujan berdampak pada kualitas tembakau.

“Hujan masih sering terjadi sehingga bobot dan bebet tembakau menjadi turun,” ujar Arief, Rabu (30/7/2025).

Faktor kedua yang memperparah kondisi pasar adalah belum adanya kepastian penyerapan dari sebagian besar gudang. Dari total 16 perusahaan atau gudang tembakau di Kabupaten Probolinggo, baru lima yang telah mengonfirmasi rencana serapan.

“Baru lima gudang yang memberikan kepastian. Sementara petani butuh jaminan serapan agar harga tidak semakin tertekan,” lanjut Arief.

Kelima gudang yang telah mengirim data penyerapan ke Dinas Pertanian yakni:

  1. CV Jaya Abadi (Djarum): 3.000 ton
  2. CV Glagah Surya Abadi: 500 ton
  3. CV Lumbung Berkah: 500 ton
  4. CV Sumber Rejeki: 150–200 ton
  5. CV Top Sumber Sejahtera: 500 ton

Total serapan dari kelima gudang mencapai sekitar 5.200 ton.

Untuk menanggapi situasi ini, Dinas Pertanian akan segera melakukan pendekatan ke gudang-gudang yang belum memberikan kepastian guna mendorong keterlibatan mereka dalam serapan hasil panen.

“Kami akan datangi gudang-gudang tersebut bersama sejumlah pihak untuk mendorong kepastian serapan dan melindungi hasil pertanian tembakau para petani,” tegas Arief.

Para petani berharap ada solusi cepat agar harga tembakau tidak terus jatuh, terlebih menjelang masa panen.

“Jika tidak ada kejelasan, harga bisa semakin jatuh dan kami yang rugi,” ujar Faridi, petani tembakau asal Kecamatan Gading.

Faridi berharap ada langkah konkret dari semua pemangku kepentingan agar petani bisa mendapat harga yang layak.

“Kami berharap ada kepastian harga dan serapan agar petani bisa tenang menjalani musim panen ini,” tutupnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow