Seorang Balita di Mojokerto Meninggal usai Tenggelam di Kolam Ikan
Balita perempuan berinisial SH (3) asal Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto meregang nyawa usai tercebur ke dalam kolam ikan saat bermain dengan 3 temannya
MOJOKERTO, SJP - Kolam ikan yang difungsikan sebagai program ketahanan pangan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Jumuwok, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto memakan korban.
Seorang bayi di bawah lima tahun (balita) perempuan berinisial SH (3) asal Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto meninggal dunia usai tercebur ke dalam kolam ikan saat bermain dengan tiga orang temannya.
Tidak ada saksi mata yang berhasil dikonfirmasi atas insiden tersebut. Menurut keterangan warga sekitar, meninggalnya balita itu baru diketahui setelah ibu dan paman korban tiba di lokasi.
"Saya tahunya ibu sama pamannya yang mengevakuasi korban. Ibunya juga tidak jauh dari lokasi," terang warga setempat.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (17/3/2025) siang. Dugaan sementara, korban terpeleset saat bermain di kolam ikan milik kepala desa yang dimanfaatkan untuk program pemerintah desa.
Kolam tersebut diperkirakan berukuran sekitar 10 x 10 meter dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. Kolam itu ditutup dengan papan kayu. Namun bocah itu tetap tercebur hingga meregang nyawa.
Pihak keluarga kemudian melarikan korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Dian Husada Mojokerto. Namun nyawa korban tetap tidak tertolong.
"Belum sampai sini korban sudah meninggal dunia," kata Kepala IGD Rumah Sakit Dian Husada, Ari Juniardi, Selasa (18/3/2025).
Pihak rumah sakit menduga korban meninggal dunia karena kehabisan nafas saat tenggelam. Bibir korban sudah membiru dan sudah ada cairan yang masuk ke paru-paru.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Trowulan, AKP Suwiji membenarkan peristiwa itu. Polisi mengaku sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas kasus tersebut.
Menurut informasi yang didapat polisi, sebelum dijadikan kolam ikan oleh Pemdes Jumuwok, kubangan itu sebelumnya merupakan kolam pancing.
"Sudah olah TKP dan kami pasang garis polisi," kata AKP Suwiji, Selasa (18/3/2025).
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Ada boneka dan sandal milik korban yang ditemukan di sekitar tepi kolam.
Meski demikian, polisi belum bisa membeberkan kronologi pasti tewasnya balita di Mojokerto ini. Sebab, dua teman korban yang masih anak-anak belum bisa dimintai keterangan karena takut.
"Saat kejadian berlangsung, tidak ada orang kecuali korban dan dua temannya itu. Kami masih mendalami kasus ini," tandasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

