Sempat Ancam Lumpuhkan Surabaya, Kini FSMI Berbalik Arah Dukung Eri Cahyadi usai Dialog

Hanya dalam semalam, ancaman 'Lumpuhkan Surabaya' dari FSMI berbalik menjadi dukungan penuh untuk Wali Kota Eri Cahyadi usai dialog mendadak pada Jumat (13/6/2025) malam.

14 Jun 2025 - 19:55
Sempat Ancam Lumpuhkan Surabaya, Kini FSMI Berbalik Arah Dukung Eri Cahyadi usai Dialog
FSMI lakukan pertemuan tertutup dengan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Istimewa)

SURABAYA, SJP—Dipicu kebijakan penertiban juru parkir (jukir) liar dan narasi di media sosial yang dianggap menyudutkan, sekelompok orang yang mengatasnamakan Forum Solidaritas Madura Indonesia (FSMI) sempat mengancam akan melumpuhkan Surabaya dengan aksi demonstrasi besar. 

Namun, ketegangan itu mereda seketika usai dialog yang dilakukan bersama dengan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pada Jumat (13/6/2025) malam yang berujung pembatalan total rencana aksi tersebut.

Ancaman 'Lumpuhkan' Kota Surabaya 

Kabar mengenai rencana aksi unjuk rasa pertama kali mengemuka pada Jumat (13/6/2025). FSMI, secara terbuka menyatakan protes keras terhadap kebijakan penertiban dan narasi yang dibangun oleh Eri Cahyadi di media sosial.

Melalui video pernyataan sikap yang viral dan konfirmasi dari koordinator aksi, Baihaki Akbar, FSMI mengumumkan rencana demonstrasi selama lima hari penuh, dari 16 hingga 20 Juni 2025. Dengan estimasi massa mencapai 1.000 orang, mereka berencana mengepung Balai Kota dan kediaman wali kota.

Pemicunya, menurut FSMI, adalah konten-konten video Eri Cahyadi beberapa hari terakhir yang membahas jukir liar, premanisme, dan UMKM saat lakukan penertiban lahan parkir minimarket. Puncaknya adalah ancaman frontal yang mereka lontarkan.

"Jangan hanya mengeluarkan statement Surabaya gaduh, yang membuat gaduh adalah Pemkot Surabaya. Dengan ini kami pastikan, kami dari FSMI akan melumpuhkan Kota Surabaya, camkan itu!" seru perwakilan FSMI dalam video yang sempat viral di beberapa platform.

Kekecewaan mereka juga tertuang dalam lima tuntutan aksi yang disiapkan untuk disuarakan dalam unjuk rasa tersebut:

  1. Meminta Wali Kota Surabaya stop mencederai hati seluruh masyarakat Madura.
  2. Stop bikin kegaduhan di Kota Surabaya.
  3. Stop membangun pencitraan dan lebih baik membangun Kota Surabaya dari segi pendidikan dan infrastruktur.
  4. Stop jadi "TikToker dan selebgram".
  5. Stop merasa diri sebagai raja di Kota Surabaya.

Titik Balik setelah Dialog

Di tengah situasi yang memanas, langkah de-eskalasi yang cepat diambil. Pemkot Surabaya membuka ruang dialog. Pada Jumat (13/6/2025) malam, perwakilan FSMI diterima langsung oleh Wali Kota Eri Cahyadi dan jajarannya untuk melakukan audiensi. Pertemuan inilah yang menjadi titik balik dari seluruh ketegangan yang terjadi.

Hasil dari pertemuan semalam diumumkan pada Sabtu (14/6/2025). Baihaki Akbar, yang sebelumnya vokal menyuarakan rencana aksi, kini secara resmi menyatakan pembatalan demonstrasi tersebut.

"Aksinya batal," jawab Baihaki singkat saat dihubungi awak media.

Dia menjelaskan, pembatalan itu merupakan hasil dari kesepakatan yang tercapai dengan wali kota. Inti dari kesepakatan tersebut adalah komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas kota dengan tidak lagi membuat atau menyebarkan konten video yang berpotensi menyudutkan salah satu suku.

"Kami sebagai koordinator juga menyampaikan kepada wali kota Surabaya, untuk ke depannya tidak usah membuat video-video yang bisa membangun opini negatif di salah satu suku, itu saja," katanya.

Baihaki menekankan bahwa tidak semua orang dari Suku Madura bertindak seperti yang digambarkan dalam video-video viral, dan pihaknya berharap tidak ada lagi konten yang dapat menimbulkan stigma negatif.

Dari Konfrontasi ke Kolaborasi

Lebih dari sekadar pembatalan aksi, pertemuan tersebut menghasilkan perubahan sikap yang dari FSMI. Dari posisi konfrontatif, mereka kini berbalik 180 derajat ke arah kolaboratif.

Baihaki menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung penuh semua program Pemkot Surabaya yang bertujuan baik untuk kesejahteraan warga.

"Seluruh program yang telah dilakukan Pemkot Surabaya adalah untuk memberikan kesejahteraan maupun kemajuan kepada warganya, dan itu pasti kita dukung bersama, karena ini juga merupakan salah satu bentuk kita dalam menghormati pemerintah daerah," pungkasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow