Eri Cahyadi Pastikan Demo FSMI Batal, Sebut Konflik karena Salah Paham

Wali Kota Eri Cahyadi pastikan demo jukir batal, menyebut ketegangan dengan ormas yang sempat memanas hanya karena kesalahpahaman informasi yang diluruskan lewat dialog.

14 Jun 2025 - 20:15
Eri Cahyadi Pastikan Demo FSMI Batal, Sebut Konflik karena Salah Paham
Eri Cahyadi sebut ancaman demo oleh FSMI akibat kesalahpahaman (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP—Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan rencana demonstrasi besar oleh Forum Solidaritas Madura Indonesia (FSMI) terkait penertiban juru parkir (jukir) liar resmi batal. 

Dalam keterangannya di Balai Kota, Sabtu (14/6/2025), Eri menyebut, konflik yang sempat memanas itu terjadi karena kesalahpahaman informasi yang kini telah diluruskan melalui dialog.

Menurut Eri, ketegangan muncul ketika informasi mengenai kebijakannya tidak diterima secara utuh oleh masyarakat, yang kemudian dapat memicu fitnah dan persepsi negatif.

Namun, setelah pihaknya memberikan penjelasan secara lengkap dalam sebuah pertemuan, pemahaman antar kedua pihak pun tercapai.

"Insyaallah tidak ada (demo). Karena kalau orang tidak mengerti kan, akhirnya ada fitnah A, fitnah B, fitnah C. Tapi ketika dijelaskan gamblang, baru ‘oh begini toh’. Makannya kami jalan bersama," ujar Eri Cahyadi, Sabtu (14/6/2025).

Pernyataan tersebut senada dengan konfirmasi dari Koordinator FSMI, Baihaki Akbar. Baihaki juga menyatakan bahwa aksi dibatalkan setelah adanya pertemuan dengan pemkot pada Jumat (13/6/2025) malam.

Inti kesepakatan yang mengakhiri konflik, menurut Baihaki, adalah komitmen dari pemkot untuk tidak lagi membuat atau menyebarkan konten yang berpotensi menyudutkan salah satu suku.

"Mengingat tidak semua orang Suku Madura bertindak seperti itu. Sehingga harapan kami tidak ada lagi konten-konten yang dapat menimbulkan stigma negatif terhadap salah satu suku," kata Baihaki.

Konflik bermula pada Jumat (13/6/2025), ketika FSMI secara terbuka mengancam akan menggelar aksi selama lima hari dengan estimasi 1.000 massa untuk "melumpuhkan Surabaya". 

Ancaman yang terlontar dipicu oleh kebijakan penertiban jukir dan video-video viral wali kota yang dinilai menyudutkan komunitas mereka.

Dalam kesempatan yang sama, Eri Cahyadi kembali menegaskan komitmen pemkot untuk menjaga ketertiban parkir di Surabaya. 

Dia menyerukan dua aturan sederhana bagi para petugas parkir. Yakni tidak menarik tarif di atas karcis dan tidak menarik uang tanpa memberikan karcis.

Eri Cahyadi juga menyampaikan pesan persatuan dengan mengapresiasi seluruh ormas dan suku yang ada di Surabaya, menegaskan bahwa semua memiliki semangat yang sama untuk menjaga kota.

"Insyaallah, semua orang Surabaya itu luar biasa. Semua ormas-nya luar biasa. Semua Suku Madura-nya luar biasa. Semua suku luar biasa," tukasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow