Semeru Masih Berstatus Awas, Catat 25 Kali Letusan dalam 6 Jam
Dalam periode pengamatan selama enam jam, yakni pada 20 November 2025 pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, gunung api setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini mencatatkan total 25 kali gempa letusan.
LUMAJANG, SJP – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, masih menunjukkan intensitas tinggi.
Dalam periode pengamatan selama enam jam, yakni pada 20 November 2025 pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, gunung api setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini mencatatkan total 25 kali gempa letusan.
Menurut laporan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Semeru yang dirilis pada Kamis (20/112025), saat ini Gunung Semeru masih berada pada Level IV (Awas).
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, melaporkan bahwa dominasi aktivitas masih berupa gempa letusan dan guguran.
"Letusan terjadi sebanyak 25 kali dengan amplitudo berkisar antara 10 hingga 22 milimeter (mm) dan durasi antara 71 hingga 141 detik. Guguran terekam sebanyak 32 kali dengan amplitudo 3 hingga 16 mm dan durasi 69 hingga 108 detik. Hembusan terekam 1 kali dengan amplitudo 3 mm dan durasi 67 detik. Tektonik jauh terekam 1 kali dengan amplitudo 30 mm, S-P 21 detik, dan durasi 77 detik," jelas Yadi dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Kamis (20/11/2025).
Secara visual, kondisi Gunung Semeru pada rentang waktu tersebut dilaporkan jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas 0 hingga II.
Asap kawah maupun letusan asap secara visual tidak teramati karena gunung dominan tertutup kabut.
Sementara itu, kondisi meteorologi mencatat cuaca mendung dengan suhu udara berkisar antara 20 hingga 22 derajat Celsius. Angin bertiup lemah ke arah utara, tenggara, dan selatan.
Menurut Yadi, mengingat status Level IV (Awas) masih berlaku, masyarakat dan pengunjung diimbau untuk mematuhi rekomendasi resmi demi keselamatan.
"Zona Bahaya Jarak 20 Km, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Zona Bahaya Sempadan Sungai, di luar jarak 20 km tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar," terangnya.
Selanjutnya, pada Radius Bahaya Lontaran, masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semerukarena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
"Waspada Aliran Lahar, semua pihak diwajibkan mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Jalur yang perlu diwaspadai secara khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," tandasnya. (**)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

