Selantang, Jadi Cara Dinsos P3AKB Bondowoso Ciptakan Lansia Tangguh

Misi program ini yaitu melaksanakan kegiatan pembelajaran yang terintegrasi dengan kegiatan BKL. Menggunakan kurikulum komprehensif untuk membentuk lansia SMART dalam tujuh dimensi lansia tangguh

03 Dec 2025 - 18:34
Selantang, Jadi Cara Dinsos P3AKB Bondowoso Ciptakan Lansia Tangguh

BONDOWOSO, SJP - Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan kelompok lanjut usia (lansia) melalui penguatan sekolah lanjut usia atau yang disebut Selantang.

Melalui Selantang ini, diharapkan lansia di Kabupaten Bondowoso bisa sehat, mandiri dan berdaya guna. Bahkan, Selantang ini bertujuan untuk peningkatan kualitas hidup lansia secara spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, profesional/vokasional, dan lingkungan.

Sekolah ini juga meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku lansia agar tetap aktif dan berkontribusi positif bagi keluarga dan lingkungan sekitar. 

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. Muhammad Imron, melalui Kepala Bidang Keluarga Sejahtera, Pemberdayaan Partisipasi Perempuan dan Keluarga Berencana (Kabid KS PP PPKB), Ani Farmadiani, program ini menjadi upaya pendidikan nonformal yang diberikan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia.

“Selantang ini merupakan bentuk pendidikan sepanjang hayat bagi lansia, yang dirancang agar mereka tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat,” ujarnya, saat menggela Selantang di Kecamatan Tenggarang, Rabu (3/12/2025).

Selantang ini kata Ani menjadi pendidikan nonformal di kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) untuk mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, serta bermartabat dalam tujuh dimensi lansia tangguh (SMART).

"Misi program ini yaitu melaksanakan kegiatan pembelajaran yang terintegrasi dengan kegiatan BKL. Menggunakan kurikulum komprehensif untuk membentuk lansia SMART dalam tujuh dimensi lansia tangguh," ungkap dia melalui pesan tertulisnya kepada suarajatimpost.com.

Selain itu kata Ani, di dalam Selantang juga menyelenggarakan pembelajaran sesuai profil lansia, kebutuhan masyarakat, serta kondisi dan potensi wilayah.

"Tak kalah pentingnya, membangun kerja sama lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan program," tegasnya.

Ani memaparkan bahwa program Selantang memiliki sejumlah tujuan, antara lain yaitu neningkatkan kualitas kegiatan kelompok BKL dalam mewujudkan lansia tangguh.

Kemudian meningkatkan pemahaman lansia mengenai konsep SMART dalam tujuh dimensi lansia tangguh: spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, profesional/vokasional, dan lingkungan.

"Ini juga penting, dengan meningkatkan pengetahuan lansia tentang proses menua, baik dalam keadaan sehat maupun sakit," ungkapnya.

Lansia, kata Ani, bisa meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku lansia terkait kesehatan fisik dan mental.

Selain itu dapat meningkatkan kemampuan lansia dalam bidang sosial dan ekonomi. Membentuk perilaku lansia yang peduli terhadap lingkungan yang mendukung kehidupan mereka.

"Juga meningkatkan imunitas tubuh dengan cara menciptakan lingkungan yang membuat lansia selalu bahagia," katanya.

Ani berharap melalui Selantang, para lansia di Bondowoso dapat menjadi pribadi yang lebih mandiri dan mampu berperan aktif dalam keluarga maupun masyarakat.

“Harapan kami, para lansia tetap sehat, berdaya, dan bahagia. Karena lansia yang bahagia akan memiliki imunitas yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow