Eri Cahyadi Imbau Warga Surabaya Tunda Perjalanan ke Timur Tengah
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau warga menunda perjalanan ke Timur Tengah menyusul meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Pemkot Surabaya juga melakukan pendataan warga yang berada di wilayah terdampak konflik.
SURABAYA, SJP — Pemerintah Kota Surabaya mengeluarkan imbauan perjalanan (travel warning) bagi warga yang berencana ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meminta masyarakat menunda perjalanan ke luar negeri, khususnya ke wilayah terdampak konflik, hingga situasi benar-benar kondusif.
“Saya sampaikan, ketika kondisi Timur Tengah lagi panas begini karena ada perang, agar tidak ke luar negeri dahulu,” ujar Eri di sela kegiatannya di kawasan Tambaksari, Surabaya, Kamis (5/3/2026).
Selain mengimbau penundaan keberangkatan, Eri juga meminta warga Surabaya yang saat ini berada di Amerika Serikat maupun kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan.
Menurutnya, situasi konflik yang terus berkembang sulit diprediksi dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
“Saya harapkan warga hati-hati karena memang perang ini tidak bisa diprediksi, ada serangan-serangan ke Timur Tengah. Jadi warga Surabaya lebih hati-hati yang ada di sana,” katanya.
Pemkot Surabaya saat ini melakukan koordinasi dengan kementerian terkait guna mendata warga asal Surabaya yang berada di wilayah terdampak konflik. Salah satu langkah yang ditempuh yakni berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Surabaya dan diteruskan ke Kementerian Agama pusat.
Pendataan tersebut diperkirakan mencakup beberapa kelompok, mulai dari jemaah umrah, mahasiswa, hingga pekerja migran ber-KTP Surabaya yang berada di negara-negara Timur Tengah.
Sebagaimana diketahui, ketegangan kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, pada Sabtu (28/2/2026). Serangan itu dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan mengirim rudal ke Israel serta sejumlah negara di Timur Tengah yang menjadi basis militer Amerika Serikat, seperti Bahrain, Irak, Kuwait, Qatar, Suriah, Uni Emirat Arab, hingga Arab Saudi.
Di tengah situasi yang memanas tersebut, Pemkot Surabaya menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama dan meminta masyarakat mengikuti arahan resmi pemerintah sampai kondisi dinyatakan aman.
Sumber: beritasatu.com
Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

