Sejumlah Pedagang di Sekitar RSUD Nganjuk Keluhkan Bau Busuk, Diduga Limbah Medis
Bau menyengat tersebut disinyalir bersumber dari fasilitas pengolahan limbah milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk yang letaknya berbatasan langsung dengan area berjualan warga.
NGANJUK, SJP– Sejumlah pedagang yang berjualan di sekitar kawasan Gedung Juang 45 Nganjuk mengeluhkan aroma tidak sedap yang diduga berasal dari limbah medis.
Bau menyengat tersebut disinyalir bersumber dari fasilitas pengolahan limbah milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk yang letaknya berbatasan langsung dengan area berjualan warga.
Salah satu pedagang, sebut saja Mbah To, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama.
Namun, ia mengaku sempat ragu untuk menyuarakan keluhannya karena lokasi usahanya hanya dibatasi pagar dengan area rumah sakit.
"Bau itu biasanya muncul sore atau malam hari. Aromanya sangat mengganggu kenyamanan. Ini sudah terjadi sejak lama," ujar Mbah To saat ditemui di lokasi, Kamis (15/1/2026).
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur RSUD Nganjuk melalui Humas RSUD, Aditya, menyatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi tempat pengolahan limbah medis yang berdekatan dengan kawasan Gedung Juang 45.
Meski demikian, Aditya membantah adanya bau menyengat secara permanen atau kebocoran sistem.
Ia mengklaim bahwa proses pengolahan limbah medis di instansinya telah melewati prosedur verifikasi yang ketat.
"Hasil pengecekan kami menunjukkan tidak ada kebocoran. Kami juga mengklarifikasi bahwa genangan yang ditemukan di sekitar lokasi bukan bersumber dari internal RSUD Nganjuk," tegas Aditya.
Pernyataan manajemen RSUD sempat berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Saat peninjauan berlangsung, salah satu petugas yang mendampingi Humas RSUD mengakui sempat mencium aroma menyengat di sekitar area pengolahan limbah tersebut.
"Sesekali memang tercium aroma menyengat di lokasi, namun secara teknis kami tidak menemukan adanya kebocoran pada mesin," ungkap petugas tersebut.
Guna menuntaskan polemik ini dan memastikan keamanan lingkungan bagi masyarakat, manajemen RSUD Nganjuk berencana membentuk tim khusus untuk menganalisis sumber bau secara mendalam.
"Karena masalah ini menyangkut kenyamanan masyarakat luas, kami akan membentuk tim pencari fakta (TPF). Hal ini bertujuan untuk mencari solusi konkret agar keresahan warga dapat segera teratasi," tutup Aditya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

