Kebakaran Hanguskan Dapur dan Kandang di Tulungagung, Lima Ekor Kambing Mati Terpanggang

Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp80 juta, termasuk lima ekor kambing yang mati terpanggang.

10 Jul 2026 - 19:32
Kebakaran Hanguskan Dapur dan Kandang di Tulungagung, Lima Ekor Kambing Mati Terpanggang
Petugas Damkar lakukan pembasahan di lokasi kebakaran di Desa Bangunjaya, Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Kebakaran menghanguskan dapur dan kandang kambing milik Musani (73), warga Dusun Genengan, Desa Bangun Jaya, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jumat (10/7/2026) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp80 juta, termasuk lima ekor kambing yang mati terpanggang.

Kobaran api pertama kali diketahui warga pada sore hari sekira pukul 16.00 WIB. Masyarakat sekitar langsung bergotong royong berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tulungagung tiba di lokasi.

Kepala Seksi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung, Bambang Pidekso, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 16.23 WIB. Petugas langsung diberangkatkan menuju lokasi setelah sebelumnya baru saja menangani kebakaran rumpun bambu di Desa Tiudan, Kecamatan Gondang.

"Kami menerima laporan sekitar pukul 16.23 WIB. Saat itu tim baru selesai menangani kebakaran pohon bambu di Desa Tiudan. Dalam perjalanan kembali ke kantor, kami langsung berbelok menuju lokasi kebakaran di Desa Bangun Jaya," ujar Bambang.

Untuk menangani kebakaran tersebut, Dinas Damkar dan Penyelamatan Tulungagung mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil suplai air, serta satu unit kendaraan rescue. Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 17.45 WIB sebelum api berhasil dipastikan padam sepenuhnya.

Menurut Bambang, kebakaran menghanguskan bangunan dapur beserta sejumlah barang berharga di dalamnya, seperti kulkas, televisi, mesin cuci, serta berbagai perabot rumah tangga lainnya. Api juga melalap kandang kambing yang berada tidak jauh dari dapur.

"Yang terbakar ini kandang kambing. Ada tujuh ekor kambing di dalamnya, lima ekor tidak sempat diselamatkan. Selain itu dapur juga terbakar beserta kulkas, televisi, dan barang-barang lainnya. Perkiraan kerugian dari pemilik sekitar Rp80 juta," jelasnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari bara api sisa pembakaran sampah kandang atau diangan yang belum benar-benar padam. Saat ditinggalkan pemilik, bara tersebut kembali menyala dan merembet ke kandang serta bangunan dapur di sekitarnya.

"Dugaan penyebabnya dari pembakaran sampah atau diangan. Bara apinya diduga belum padam, kemudian merembet ke kandang karena ditinggal pergi oleh pemilik," terang Bambang.

Beruntung, api tidak sampai menjalar ke rumah utama sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar. Namun, lima ekor kambing dengan nilai sekitar Rp20 juta mati terpanggang di dalam kandang, sementara hanya dua ekor yang berhasil diselamatkan.

"Tidak ada korban jiwa dari warga. Korban hanya hewan ternak, yaitu lima ekor kambing yang terbakar," katanya.

Bambang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang menggunakan api. Menurutnya, bara api yang terlihat padam masih berpotensi menyala kembali apabila tidak dipastikan benar-benar mati.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan api atau bara pembakaran tanpa pengawasan. Pastikan benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow