Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Pelayaran Gresik, Pulau Bawean Terancam Kelangkaan Pangan
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik, Darmawan, membenarkan adanya potensi kelangkaan tersebut.
GRESIK, SJP — Ribuan warga di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, kini dibayangi ancaman krisis komoditas pangan. Hal ini menyusul terhentinya aktivitas pelayaran logistik dari Pelabuhan Gresik menuju Kepulauan Bawean akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi yang melanda perairan Laut Jawa selama sepekan terakhir.
Kondisi darurat pelayaran ini dipertegas melalui Pengumuman Nomor AL.820/1/10/UPP.Bwn/2026 yang dirilis Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bawean sejak 10 Januari 2026. Keputusan tersebut diambil merujuk pada peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) Tim Kecamatan Sangkapura di Pasar Desa Kotakusuma, dampak terputusnya jalur distribusi mulai dirasakan nyata oleh masyarakat. Stok sayur-mayur dilaporkan menipis drastis, sementara harga protein hewani merangkak naik.
Harga telur ayam yang semula berada di kisaran Rp32.000 per kilogram kini menembus Rp35.000. Kenaikan signifikan juga terjadi pada harga daging ayam yang melonjak dari Rp50.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik, Darmawan, membenarkan adanya potensi kelangkaan tersebut.
"Persediaan saat ini masih tersedia, namun jika pasokan tidak segera masuk dalam waktu dekat, stok dipastikan akan terus berkurang. Kami berharap cuaca segera stabil agar kapal logistik bisa segera bersandar," ujar Darmawan, Kamis (15/1/2026).
Ia menekankan bahwa kendala pelayaran ini telah menjadi perhatian pemerintah, mengingat keselamatan pelayaran adalah prioritas utama di tengah cuaca ekstrem. Ia juga mengkhawatirkan adanya spekulasi harga jika kondisi ini terus berlarut.
"Ini permasalahan yang dipengaruhi faktor alam dan menjadi atensi nasional. Kami terus memantau agar tidak terjadi kenaikan harga bahan pokok yang ekstrem di Bawean," tambahnya.
Kekhawatiran senada disampaikan oleh warga Desa Lebak, Aini. Menurutnya, pemulihan jalur transportasi laut sangat mendesak, terlebih masyarakat Bawean akan segera menyambut peringatan Isra Mikraj.
"Kami sangat membutuhkan pasokan telur dan ayam untuk hidangan acara keagamaan. Harapan kami hanya satu, cuaca cepat membaik dan pelayaran kembali normal," pungkas Aini. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

