8 Kecamatan di Jember Kiris Air Bersih, Ribuan Warga Bergantung Pasokan BPBD

Salah satu wilayah dengan dampak kekeringan paling parah berada di Desa Sumber Jeruk, Kecamatan Kalisat. Selama satu bulan terakhir, debit air pada sumur-sumur gali milik warga mengalami penyusutan drastis, bahkan sebagian besar di antaranya telah mengering total.

11 Jul 2026 - 08:00
8 Kecamatan di Jember Kiris Air Bersih, Ribuan Warga Bergantung Pasokan BPBD
Warga Jember saat mengantre penyaluran sir bersih. (Beritasatu.com)

JEMBER, SJP–Dampak kemarau panjang yang melanda sebagian besar Pulau Jawa kini mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat di Kabupaten Jember, Jawa Timur. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melaporkan sedikitnya delapan kecamatan di wilayah tersebut resmi masuk dalam status krisis air bersih menyusul terus menyusutnya sumber-sumber air tanah dan permukaan.

Kondisi kekeringan ini memicu antrean panjang warga di sejumlah desa demi mendapatkan pasokan air bersih. 

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (10/7/2026), warga terpaksa membawa jeriken dan galon kosong untuk menampung air dari truk tangki milik pemerintah.

Salah satu wilayah dengan dampak kekeringan paling parah berada di Desa Sumber Jeruk, Kecamatan Kalisat. Selama satu bulan terakhir, debit air pada sumur-sumur gali milik warga mengalami penyusutan drastis, bahkan sebagian besar di antaranya telah mengering total. 

Untuk memenuhi kebutuhan sanitasi, memasak, dan minum, warga kini hanya bisa bergantung pada sisa-sisa mata air alam yang debitnya kian mengecil, serta pasokan rutin dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember.

Ketua RT Dusun Kidul, Wiwid Bawon Rejeki, membenarkan bahwa kesulitan air ini telah mengganggu aktivitas harian warga selama berminggu-minggu.

"Sudah 1 bulan air di sini sulit. Biasanya warga mengambil air dari sumber, tetapi sekarang sumbernya mulai mengering juga. Syukurnya sekarang ada distribusi air dari BPBD setiap 2 hari sekali. Untuk kebutuhan sehari-hari masih cukup," ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Data resmi dari BPBD Kabupaten Jember menunjukkan sebaran kekeringan mencakup delapan kecamatan. 

Dari jumlah tersebut, pemetaan tingkat kerawanan dibagi menjadi dua kategori, pertama adalah kategori kerawanan tinggi menimpa 5 kecamatan yang menjadi prioritas utama penyaluran bantuan bantuan air bersih.

Kedua adalah kategori kerawanan rendah yang menimpa 3 kecamatan lainnya, lokasi ini dalam pemantauan berkala.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menegaskan bahwa armada truk tangki air bersih saat ini telah diterjunkan secara massal dan difokuskan ke titik-titik dengan tingkat kerawanan tertinggi.

"Kami telah mendistribusikan 5.000 liter air bersih setiap 2 hari sekali ke Dusun Bunder, Kecamatan Pakusari, yang dihuni 125 keluarga terdampak. Selain itu, distribusi juga dilakukan di Dusun Kidul dan Dusun Karangpring, Kecamatan Kalisat, dengan total 325 keluarga terdampak," kata Edy. 

Langkah cepat yang diambil oleh BPBD Jember dalam menetapkan skala prioritas dan pengerahan logistik ini didasarkan pada regulasi kedaruratan yang dikeluarkan oleh kepala daerah. 

Edy menyebutkan bahwa penanganan kekeringan tahun ini mengacu penuh pada Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan serta Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.

Melalui legalitas tersebut, alokasi anggaran belanja tidak terduga (BTT) dan koordinasi lintas instansi dapat berjalan lebih cepat untuk meredam dampak kekeringan agar tidak meluas.

Mengingat puncak musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, pihak BPBD Jember meminta komitmen aktif dari perangkat lingkungan terbawah.

Masyarakat maupun pemerintah desa setempat diimbau untuk tidak menunda waktu dan segera melaporkan secara berjenjang apabila wilayahnya mulai mengalami indikasi krisis air bersih. 

Laporan yang cepat akan memastikan penyaluran bantuan air bersih oleh petugas tangki dapat dilakukan secepat dan seakurat mungkin sebelum kondisi sanitasi warga memburuk. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow