Sebagian Ruangan SDN Tlogo 2 Blitar Masuk Rencana Pembangunan KDMP
Sebagian ruangan di kompleks SD Negeri 2 Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar masuk dalam rencana pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
BLITAR, SJP - Sebagian ruangan di area kompleks SD Negeri Tlogo 2, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar masuk dalam rencana pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Tlogo.
Beberapa ruang yang saat ini masih digunakan untuk kegiatan sekolah disebut berpotensi terdampak. Meliputi, ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang sanggar tari, serta bekas rumah dinas yang kini difungsikan sebagai gudang. Lokasi tersebut berada di sisi barat kompleks sekolah yang sebelumnya merupakan area SD Negeri Tlogo 1 sebelum dilakukan regrouping.
Kepala SD Negeri 2 Tlogo Sugiono mengatakan, pihak sekolah baru menerima surat tembusan dari Pemerintah Desa pada awal Januari 2026 terkait pengajuan hibah aset untuk pembangunan KDMP. Ia menyebut, sebelumnya tidak ada komunikasi langsung dengan pihak sekolah mengenai penentuan titik lokasi pembangunan KDMP.
"Soal penentuan titik, kami tidak diajak komunikasi. Kemarin sebelum tanggal 14 Januari 2026, kami diberi surat tembusan bahwa desa mengajukan permohonan hibah aset untuk pembangunan KDMP ke Pemerintah Kabupaten," kata dia, Kamis (5/2/2025).
Dia menjelaskan, dulu terdapat tiga sekolah dalam satu kompleks di lokasi tersebut yakni SD Negeri Tlogo 1, 2 , dan 3. Setelah dilakukan regrouping oleh Dinas Pendidikan, seluruh pengelolaan diserahkan ke SD Negeri Tlogo 2.
Menurutnya, sekolah tersebut masih aktif dengan jumlah total siswa ada 182 anak. Di mana, ruangan yang masuk rencana pembangunan KDMP masih dipakai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Pihak sekolah pada prinsipnya tidak menolak pembangunan KDMP, asalkan tersedia relokasi yang layak terlebih dahulu. Rencana lokasi relokasi berada di sisi selatan, bekas gedung SDN Tlogo 3. Namun kondisi bangunan disebut rusak dan perlu direhabilitasi sebelum dapat digunakan.
"Kalau belum direhab, kami belum bisa memindahkan buku dan barang-barang lainnya. Kami tidak masalah direlokasi asalkan tempatnya siap dipakai, nyaman, dan aman untuk kegiatan sekolah," jelasnya.
Sugiono berharap ada solusi terbaik agar rencana pembangunan KDMP dapat berjalan tanpa menganggu aktivitas pendidikan.
"Kalau saya pribadi monggo saling menghargai dan cari jalan terbaik, supaya KDMP dan pendidikan bisa berjalan bersama," ujarnya.
Sementara itu, salah satu wali murid SD Negeri Tlogo 2 bernama Rochmad mengaku mendukung keberadaan KDMP. Namun, ia menyayangkan jika lokasi pembangunan berada di kawasan sekolah tanpa kesiapan ruangan pengganti.
"Kami setuju saja, kami orang tua meminta agar ada ruangan relokasi yang layak terlebih dahulu. Kami juga meminta pembangunan memperhatikan keamanan siswa, karena ini masih berada di kawasan sekolah," tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

