Ombak Si Petra Jadi Subtitusi Petani dalam Tingginya Harga dan Kelangkaan Pupuk

Ombak Si Petra dapat memberikan kebermanfatan, dari kotoran ternak dapat di buat pupuk, hasil pertanian atau sampah pertaniannya bisa dijadikan pakan ternak. Kalau masyarakat bisa kombinasikan ini akan mengurangi dan mengatasi permasalahan pupuk. Karena pemerintah pusat mengurangi adanya subsidi pupuk

12 Oct 2023 - 08:15
Ombak Si Petra Jadi Subtitusi Petani dalam Tingginya Harga dan Kelangkaan Pupuk
Sejumlah Warga setempat saat beraktifitas dalam pengolahan limbah ( Atmo/SJP)

Kabupaten Lamongan, SJP - Olahan Limbah Untuk Usaha Ternak dan Asuransi Sapi Peternak Sejahtera (Ombak Si Petra) mampu menjadi subtitusi bagi para petani dalam menyelesaikan permasalahan kelangkaan atau tingginya harga pupuk, menjadi Inovasi program Pemkab Lamongan 

Program yang diinisiasi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan sejak 3 tahun lalu ini, juga mampu masuk sebagai 45 inovasi Kovablik Jawa Timur.  

Hal itu disampaikan Sekertaris Daerah Kabupaten Lamongan, Moh Nalikan, dalam peringatan Word Rabies Day di Halaman Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Rahu (11/10/2323). 

Kombinasi dua sektor antara pertanian dan peternakan tersebut, menjadi salah satu jawaban untuk meningkatkan kesejahteraan bagi petani dan peternak di Kabupaten Lamongan. 

“Ombak Si Petra ini dapat memberikan kebermanfatan, dari kotoran ternak dapat dibuat pupuk, hasil pertanian atau sampah pertaniannya bisa dijadikan pakan ternak. Kalau masyarakat bisa kombinasikan ini akan mengurangi dan mengatasi permasalahan pupuk. Karena pemerintah pusat mengurangi adanya subsidi pupuk,” ungkap Nalikan.

Sementara, saat ini kondisi unsur bahan organik tanah di Kabupaten Lamongan berada di bawah angka 30 persen atau dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Sehingga perlu pengembalian kesuburan tanah atau konservasi lahan melalui peningkatan kadar kesuburan tahan dengan pemberian pupuk organik.

Melalui inovasi yang dikembangkan DPKH Lamongan, Nalikan berharap, pertanian dan peternakan menjadi pekerjaan yang menyenangkan dan mudah. 

“Hasil panen tahun ini luar biasa baik tembakau dan padi, ini harus kita rujuk bagimana kita pertahankan hasilnya, bagimana bertani dengan murah dan mudah, salah satunya dengan mengkombinasikan peternakan dan pertanian," katanya.

"Sehingga inovasi-inovasi diperlukan agar memberikan hal positif bagi generasi muda saat ini, para pemuda menjadi suka bertani, ada gerakan perubahan minset beternak dan bertani itu bukan hal yang hanya untuk orang tua tapi para generasi muda saat ini bisa,” sambung Nalikan.

Untuk meningkatkan hasil produksi pupuk organik, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mohammad Wahyudi mengungkapkan, saat ini telah ada 29 kelompok penerima bantuan sarpras pengolahan pupuk organik yang tersebar di Kecamatan Laren, Sukodadi,  Solokuro, Paciran, Mantup, Modo, Sugio, Tikung, Sambeng, Kedungpring, Maduran, Bluluk, Brondong, Kembangbahu, dan Ngimbang.

“Satu hektare lahan pertanian ini kurang lebih membutuhkan pupuk kotoran sapi sekitar 1 ton. Namun saat ini pupuk organik yang kita hasilkan secara keseluruhan baru 150.000 ton yang dikembalikan ke tanah, sementara kita membutuhkannya sekitar 600.000 ton pupuk. Kita terus berupaya sosialisasikan, optimalisasi kelompok-kelompok dengan coba kita koordinasikan dengan para camat, kita juga salurkan bantuan pengolahan seperti crusher, grobak, mesin jahit karung, tandon air, roda tiga, mesin pengayak pupuk, dan lainnya,” ucapnya.

Selain itu, Wahyudi mengatakan, kehadiran Ombak Si Petra diharapkan dapat membawa kebermanfatan untuk keiikutsertaan para peternak dalam mengasuransikan ternaknya maupun dirinya melalui kemudahan hasil jual pupuk. 

“Pupuknya dijual, hasil jualan ini untuk asuransi ternaknya, termasuk juga orangnya, saat ini sudah ada 53 orang yang mengikutsertakan 83 ekor sapinya dalam asuransi ternak yang pembayar premi hasil teletong (kotoran) sapi. Ini untuk berjaga ketika sapinya mati akan mendapatkan ganti 10 juta, dengan premi yang harus dibayar adalah 40.000 per tahun,” katanya.

Sedangkan, untuk meningkatkan minat beternak masyarakat, DPKH Lamongan memberikan penghargaan untuk para peternak Lamongan yang telah mengebudidayakan sapi, kambing, dan domba, dengan kategori Sapi Induk/ Calon Induk, Sapi Bagian Blue, Kambing Ekstrim/Unik, dan Domba Ekstrim/Unik. (*)

Editor : Queen Ve 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow