Satpol PP Bojonegoro Segel Pabrik Pengolahan Tembakau Tak Berizin
Diantara perizinan yang yang belum dimiliki PT Sata Tec Indnesia yakni persetujuan bangunan gedung (PBG) tentang pengolahan tembakau, dan izin UPL/UKL.
BOJONEGORO, SJP- Pabrik pengolahan tembakau milik PT Sata Tec Indonesia yang berada di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, disegel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama dinas terkat karena belum mengantongi izin.
Di antara perizinan yang yang belum dimiliki PT Sata Tec Indnesia, yakni persetujuan bangunan gedung (PBG) tentang pengolahan tembakau, dan izin UPL/UKL.
Kepala Satpol PP Kabupaten Bojonegoro Arief Nanang mengatakan, PT Sata Tec Indonesia telah bersepakat menghentikan sementara aktifitas pengolahan tembakau setelah sebelumnya dilakukan komunikasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
"Sebelum melakukan penyegelan, Pemkab Bojonegoro telah berkomunikasi dengan PT Sata Tec Indonesia," ucapnya, Kamis (6/2/2025).
Penyegelan sementara itu tidak ditentukan bata waktunya, sebab PT Sata Tec Indonesia diperbolehkan melanjutkan kembali aktifitas pengolahan tembakau jika semua perizinan yang menjadi syarat telah terpenuhi semua.
“Kalau belum ada izinnya belum bisa kita ambil segelnya,” lanjut Kasatpol PP.
Meski kegiatan pengolahan tembakau dihentikan, aktifitas pergudangan masih diperbolehkan beroperasi, sebab izin yang telah dikantongi oleh PT Sata Tec Indonesia menyatakan gudang penyimpanan tembakau.
"Aktifitas gudang masih berjalan, sebab izin PBG nya berbunyi gudang penyimpanan tembakau," tandasnya.
Sementara itu Nur Hidayat, perwakilan PT Sata Tec Indonesia, mengucapkan terima kasih atas masukan dari berbagai pihak untuk keberlanjutan perusahaan agar lebih baik. Pihaknya juga meminta semua pihak agar melihat dari segi ekonomi yang sudah berjalan.
“Intinya nanti kita ada komunikasi lebih lanjut agar tidak menjadi problem nantinya,” Kata Nur Hidayat.
Pihaknya berkomitmen akan menjalankan semua prosedur yang telah menjadi ketentuan dari pemerintah, namun yang perlu digaris bawahi, semua itu membutuhkan waktu.
“Semua prosedur akan kita jalankan supaya industri berjalan lebih baik. Tapi kan butuh waktu,” pungkasnya.(*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

