Satgas MBG Nganjuk Evaluasi 150 Mitra, Satu SPPG Sempat Disuspend
Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Nganjuk menggelar evaluasi bersama 150 perwakilan SPPG dan mitra penyedia. Salah satu SPPG di wilayah Cangkringan sempat mendapat penangguhan produksi akibat kesalahan administrasi, namun kini telah kembali beroperasi setelah dilakukan pembenahan.
NGANJUK, SJP – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Nganjuk menggelar pertemuan strategis dengan mengundang sedikitnya 150 perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra penyedia. Pertemuan ini dilakukan sebagai langkah penguatan operasional sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap distribusi program di lapangan.
Dalam arahannya, Wakil Ketua Satgas MBG Nganjuk, Yudhi Ernanto saat dihubungi via WhatsApp mengatakan, Satgas menekankan pentingnya menjaga standar kualitas.
Disinggung terkait ada salah satu SPPG di Cangkringan Nganjuk yang mendapaat sanksi penangguhan (suspend), Yudhi mengatakan, sanksi tersebut karena ada kesalahpahaman, hingga dua hari tidak produksi.
Namun, lanjutnya, semuanya kembali normal karena sudah ada pembenahan administrasi yang dianggap tidak memenuhi pakta integritas.
"Kami sudah dapat laporan di lapangan terkait salah satu SPPG di Cangkringan, dan kita panggil Kepala SPPG dan perwakilan Mitra memang ada kesalahan administrasi. Namun, sudah ada pembenahan," kata Yudhi, Sabtu (7/3/2026).
Pihaknya sudah berkoordinasi dan memanggil perwakilan SPPG serta Mitra di Kabupaten Nganjuk. Satgas MBG menilai, kelalaian terjadi karena ada kesalahanpaham di administrasi
"Sudah kami tegaskan kepada perwakilan SPPG dan Mitra Dapur saat kita panggil hari Kamis (5/3)2026), kasus seperti ini supaya berhati-hati, jangan sampai terulang kembali," ucap Yudhi.
Perihal sanksi, ia menyatakan, hanya peringatan secara lisan dan memberikan warning kepada pihak SPPG. Karena Satgas beranggapan tidak ada unsur kesengajaan.
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut adalah adanya tindakan tegas berupa suspend (penangguhan) terhadap salah satu mitra kerja.
Yudhi Satgas mengonfirmasi bahwa langkah suspend ini diambil setelah adanya temuan pelanggaran serius terkait prosedur distribusi. Keputusan ini menjadi peringatan keras bagi 150 wakil yang hadir agar tidak main-main dalam menjalankan program nasional ini.
"Kami tidak segan mengambil tindakan suspend jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan. Program ini menyangkut gizi generasi mendatang, jadi akuntabilitas adalah harga mati," tegas Yudhi
Menyikapi adanya mitra yang terkena suspend, Yudhi Ernanto memastikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk pembinaan sekaligus proteksi terhadap kualitas layanan bagi masyarakat.
"Kami memberikan imbauan ini agar seluruh mitra memahami bahwa ada konsekuensi nyata jika komitmen diabaikan. Penanganan ke depan akan lebih ketat, dan kami ingin memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayah Nganjuk," ungkap yudhi
Satgas juga membuka ruang koordinasi bagi mitra yang ingin memperbaiki manajemen operasionalnya agar sesuai dengan regulasi yang berlaku. Upaya ini dilakukan demi menjamin keberlangsungan program MBG agar tetap berjalan tepat sasaran, tepat mutu, dan tepat waktu. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

