Robot Lengan Pintar Karya Mahasiswa Undika, Bergerak Hanya dengan Isyarat Tangan
Dari proyek kampus sederhana, dua mahasiswa Undika menghadirkan robot lengan berbasis AI yang bisa bergerak hanya lewat isyarat tangan, membawa teknologi pabrik ke genggaman manusia.
SURABAYA, SJP — Selama ini, robot lengan identik dengan mesin-mesin besar di pabrik industri, lengkap dengan kabel, tombol, dan sistem kendali rumit. Namun, dua mahasiswa Universitas Dinamika (Undika) berhasil menghadirkan versi yang lebih sederhana dan interaktif, robot lengan yang bisa dikendalikan hanya dengan isyarat tangan.
Adalah Achmad Bayu Setiawan dan Wildan Atho’illah, mahasiswa Prodi Teknik Komputer Undika, yang sukses mengembangkan inovasi bertajuk “Image Processing-Based Robot Arm for Hand Gesture Processing”.
Lewat proyek kerja praktek (KP) mereka, teknologi robotik yang biasa ada di industri kini bisa hadir dalam bentuk kecil, ramah pengguna, dan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Robot lengan tersebut memanfaatkan computer vision, servo motor, dan AI untuk membaca gestur tangan manusia secara real time. Pengguna cukup menggerakkan tangan di depan kamera, dan robot akan menirukan perintah tanpa menyentuh tombol apa pun.
Empat gestur utama yang bisa dikenali adalah peace sign untuk menyalakan robot, metal sign untuk reset, tangan terbuka untuk mengaktifkan gerak, dan tangan mengepal untuk mengambil objek ringan.
"Kami ingin menciptakan sistem yang bisa dikendalikan dengan isyarat tangan secara langsung, tanpa perlu menyentuh alat bantu lain,"ujar Bayu, salah satu pengembang, Ahad (2/11/2025).
Proyek itu menggunakan teknologi Mediapipe Hand Landmark dari Google, yang mampu mendeteksi titik-titik pada tangan, kemudian diolah menggunakan Python agar robot bisa ‘memahami’ maksud dari setiap gestur.
"Kami sempat menemui kendala, terutama dari sisi pemrograman. Kami harus mengutik-utik programnya agar gerakan yang ditangkap bisa sesuai dengan perintah," tambah Bayu.
Dalam prosesnya, mereka membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk menyesuaikan respons gerak robot agar stabil dan akurat. Meski baru pertama kali menekuni bidang robotika, hasil karya keduanya sudah menunjukkan potensi besar di bidang human–machine interaction.
Rekan Bayu, Wildan, menjelaskan bahwa ide mereka terinspirasi dari sistem robot otonom di pabrik-pabrik besar. Namun, mereka ingin menghadirkan versi yang lebih fleksibel dan bisa dikendalikan langsung oleh manusia.
"Awalnya kami hanya ingin membuat prototipe. Tapi kami berpikir, kenapa tidak mencoba membawa konsep robot pabrik itu ke skala kecil yang bisa dikendalikan lewat sensor gerak tangan," ujarnya.
Robot ini kini tengah dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi inovasi tingkat nasional. Keduanya berharap, hasil kerja praktek tersebut tak berhenti di laboratorium kampus, melainkan bisa dikembangkan menjadi alat bantu nyata yang bermanfaat di masyarakat.
"Harapan kami, robot ini nggak cuma berhenti di tahap prototipe, tapi bisa terus dikembangkan jadi alat bantu yang benar-benar fungsional," tutup Wildan. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

