Hari Ini, Parade Juang Surabaya 2025 Angkat Kisah Pahlawan Perempuan

Kisah Mbok Dar Mortir, pejuang perempuan dari dapur umum 1945, jadi sorotan Parade Surabaya Juang 2025 yang hari ini mengangkat semangat heroik perempuan Kota Pahlawan.

02 Nov 2025 - 11:44
Hari Ini, Parade Juang Surabaya 2025 Angkat Kisah Pahlawan Perempuan
Parade juang dalam rangka Hari Pahlawan di Surabaya tahun 2024 lalu. (Dok. Humas Pemkot Surabaya)

SURABAYA, SJP — Kota Pahlawan kembali bersiap menjadi saksi gelaran tahunan yang sarat makna sejarah. Hari ini, Ahad (2/11/2025), Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar Parade Surabaya Juang 2025.

Parade yang digelar dalam rangka menyambut Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November itu, pada tahun 2025 ini akan mengusung tema besar Epic Surabaya dan menyoroti kisah-kisah pahlawan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan.

Legenda Mbok Dar Mortir, Pahlawan dari Dapur Umum

Di antara tokoh yang akan diangkat kisahnya dalam parade kali ini, salah satunya adalah Mbok Dar Mortir, sosok pejuang perempuan yang namanya mungkin tak setenar para komandan di medan tempur, tetapi jasanya begitu besar di balik layar perjuangan.

Bernama asli Darijah Soerodikoesoemo, Mbok Dar dikenal sebagai penggerak dapur umum saat pertempuran Surabaya 1945. Ia menyiapkan makanan bagi para pejuang, bahkan melepas perhiasan pribadinya demi memastikan logistik perang tetap berjalan.

Legenda itu menjadi simbol bahwa semangat juang tak selalu identik dengan senjata, melainkan juga ketulusan dan keberanian memberi dari dapur perjuangan.

2.000 Peserta Ramaikan Parade Bertema “Epic Surabaya”

Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Heri Purwadi, mengatakan parade tahun ini akan melibatkan sekitar 2.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat, komunitas budaya, dan lembaga pendidikan.

"Parade Surabaya Juang bukan sekadar perayaan, tetapi cara kami menghidupkan kembali nilai-nilai kepahlawanan di tengah masyarakat," ujar Heri, Sabtu (2/11/2025).

Parade akan dimulai pukul 14.00 WIB dengan tiga titik utama penampilan teatrikal, diantaranya di Tugu Pahlawan, Perempatan Siola, dan Balai Pemuda Surabaya sebagai titik klimaks pertempuran.

Khusus tahun ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga akan turut tampil dalam pertunjukan. Ia berperan sebagai Gubernur Soerjo, tokoh penting dalam pertempuran Surabaya, sekaligus bertugas membacakan pidato dan memberangkatkan parade di awal acara.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriani, istri Wali Kota, juga akan tampil teatrikal dengan memerankan Lukita Ningsih, seorang pimpinan Laskar Putri yang mengoordinasikan dapur umum perjuangan tahun 1945.

Heri menuturkan bahwa gelaran tersebut bukan hanya bentuk penghormatan kepada para pahlawan, tetapi juga bagian dari strategi promosi wisata budaya Kota Surabaya.

"Kami ajukan Parade Juang untuk masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN). Dengan begitu, dampak ekonomi dan promosi kota bisa lebih luas," katanya.

Acara tersebut juga dirangkai dengan berbagai side event yang melibatkan pelaku UMKM lokal agar semangat juang ekonomi warga ikut tumbuh seiring semangat sejarahnya.

Rangkaian Hari Pahlawan Surabaya 2025

Parade Surabaya Juang menjadi bagian dari tiga rangkaian utama peringatan Hari Pahlawan di Surabaya:

  1. Tjangkroekan Djoeang, digelar di Tugu Pahlawan pada 31 Oktober–1 November 2025, menampilkan suasana Surabaya tempo dulu.
  2. Parade Surabaya Juang, hari ini, 2 November 2025, dengan teatrikal kolosal bertema Epic Surabaya.
  3. HerockMob Festival, 8 November 2025 di Plaza Internatio, menghadirkan musik rock untuk menutup rangkaian dengan semangat muda Kota Pahlawan.

Rute Parade Melintasi Jalur Bersejarah

Parade akan dimulai dari Tugu Pahlawan, berlanjut melalui Jalan Gemblongan dan Jalan Tunjungan, lalu berhenti di depan Hotel Majapahit untuk prosesi penghormatan bendera Merah Putih. Dari sana, peserta akan melanjutkan perjalanan ke Jalan Gubernur Suryo dan berakhir di Balai Pemuda (Alun-Alun Surabaya).

Mengonfirmasi soal kepastian rute parade, Kepala Bidang Disbudporapar Surabaya Fauzie Mustaqiem Yos menjelaskan bahwa parade tahun ini tidak melewati Jalan Kramat Gantung untuk menghindari kemacetan karena keterbatasan akses jalan yang sempit.

“Jadi nanti rutenya setelah dari Tugu Pahlawan akan berlanjut ke Jalan Gemblongan, melintasi Jalan Tunjungan dan Siola, berlanjut di depan Hotel Majapahit, akan dilakukan prosesi penghormatan bendera Merah Putih. Belok kiri ke Jalan Gubernur Suryo, dan finish di Balai Pemuda,” pungkas Yos. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow