Revitalisasi Sekolah di Jatim Fokus pada Sanitasi dan Ruang Praktik, SMK Jadi Prioritas Utama

Dengan penataan fasilitas yang lebih layak, Pemprov Jatim berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman, sehat, dan mendukung tumbuhnya kualitas sumber daya manusia sejak dini

02 Jan 2026 - 21:13
Revitalisasi Sekolah di Jatim Fokus pada Sanitasi dan Ruang Praktik, SMK Jadi Prioritas Utama
Pemprov Jatim saat melakukan peresmian program revitalisasi (Ist/PemprovJatim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan arah pembangunan pendidikan tahun 2026 dengan menempatkan kualitas sarana dasar sekolah sebagai prioritas utama. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melalui program rehabilitasi dan revitalisasi, Pemprov Jatim memperbaiki fasilitas pendidikan mulai dari ruang kelas hingga sanitasi, dengan fokus kuat pada sekolah kejuruan.

Diwawancarai pada Jumat (2/1/2026) orang nomor satu di Jatim tersebut menegaskan program tersebut ditandai dengan peresmian rehabilitasi dan revitalisasi 35 SMA, SMK, dan SLB di Malang Raya yang dipusatkan di SMKN 2 Singosari.

"Kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kondisi fisik lingkungan belajar. Salah satu aspek yang selama ini luput dari perhatian, menurutnya, adalah sanitasi sekolah. Sanitasi bukan pelengkap, toilet yang layak menentukan kesehatan dan kenyamanan siswa serta guru. Kalau lingkungan belajarnya sehat, proses pendidikan berjalan lebih optimal,” tegasnya.

Dari total 35 sekolah yang direvitalisasi di Malang Raya, sektor SMK menjadi penerima manfaat terbesar. Sebanyak 23 SMK negeri dan swasta memperoleh anggaran lebih dari Rp23 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik melalui pembangunan dan perbaikan ruang praktik siswa, laboratorium, hingga ruang UKS dan toilet.

Sementara itu, 12 SMA menerima alokasi anggaran lebih dari Rp5 miliar yang diarahkan pada perbaikan fasilitas penunjang pembelajaran seperti laboratorium IPA, laboratorium komputer, ruang kelas, dan sanitasi sekolah. Untuk pendidikan inklusif, tiga SLB mendapatkan total anggaran Rp4,3 miliar guna pembangunan ruang kelas baru dan ruang pembelajaran khusus.

Diwawancarai secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan program berskala provinsi yang dilaksanakan merata di seluruh Jawa Timur.

“Sepanjang tahun 2025, lebih dari 300 satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di 38 kabupaten/kota telah direhabilitasi dengan total anggaran lebih dari Rp450 miliar,” ungkapnya. 

Selain itu, melalui kombinasi pendanaan APBD dan APBN, Pemprov Jatim juga merevitalisasi lebih dari 150 sekolah lain dengan nilai anggaran di atas Rp46 miliar.

Pria yang pernah menjabat sebagai Pj Wali Kota Batu itu menambahkan, seluruh proses pembangunan dilakukan secara swakelola oleh panitia sekolah dan berada di bawah pengawasan Inspektorat Provinsi Jawa Timur untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.

“Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang memastikan standar layanan pendidikan terpenuhi secara nyata di lapangan,” tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow