Revitalisasi Rampung, Pemkot Probolinggo Perketat Pengawasan Alun-alun
Wajah baru Alun-alun Probolinggo pasca-revitalisasi kini tampil lebih rapi dengan trotoar yang nyaman dan drainase yang lancar. Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan kita semua, Satpol PP Kota Probolinggo menyiagakan personel 24 jam penuh!
KOTA PROBOLINGGO, SJP - Pemerintah Kota Probolinggo baru saja menuntaskan proyek strategis revitalisasi Alun-alun yang mencakup pembaruan trotoar (trotoarisasi) serta pemeliharaan sistem drainase secara menyeluruh.
Langkah ini diambil guna mempercantik pusat kota sekaligus meningkatkan fungsionalitas ruang publik bagi masyarakat. Namun, tantangan besar muncul setelah pengerjaan fisik selesai, yakni bagaimana menjaga area tersebut tetap tertib, aman, dan bebas dari aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kerap menempati zona terlarang.
Guna memastikan investasi pembangunan ini memberikan manfaat maksimal, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Probolinggo mengambil langkah preventif dengan menempatkan personel keamanan di titik-titik strategis. Langkah ini bertujuan untuk mengawasi ketertiban umum serta memastikan tidak ada pelanggaran pemanfaatan trotoar yang baru saja diperbaiki.
Kepala Dinas Satpol PP, Linmas, dan Damkar Kota Probolinggo, Fathur Rozi, menjelaskan pihaknya telah merancang pola pengamanan yang ketat dan berkelanjutan.
Sebanyak 15 personel disiagakan khusus untuk memantau area Alun-alun. Pengawasan ini tidak bersifat statis, melainkan dilakukan secara mobile atau berkeliling guna menjangkau setiap sudut kawasan.
Untuk memastikan tidak ada celah waktu yang kosong, personel tersebut dibagi ke dalam jadwal kerja yang sistematis. Fathur Rozi merinci waktu penugasan tersebut secara mendetail.
"Personil-personil ini bertugas secara 3 shift, mulai pukul 07.00 - 15.00 WIB, selanjutnya pukul 15.00 - 23.00 WIB, kemudian pukul 23.00 - 07.00 WIB. Dengan skema ini, Alun-alun Probolinggo mendapatkan pengawasan penuh selama 24 jam setiap harinya," katanya, Selasa (13/1/2026).
Fathur Rozi mengungkapkan, pihaknya menggandeng anggota Pelindungan Masyarakat (Linmas) dari tingkat kelurahan untuk turut serta dalam menjag agar wilayah tetap kondusif. Sinergi ini dianggap krusial agar beban kerja pengawasan dapat terbagi secara merata dan efektif.
Meskipun pengawasan telah diperketat, realita di lapangan menunjukkan masih adanya segelintir PKL yang mencoba berjualan di area terlarang alun-alun.
Menanggapi hal ini, petugas tetap mengedepankan cara-cara persuasif melalui imbauan agar para pedagang bersedia pindah ke lokasi yang telah ditentukan. Fokus utamanya adalah mewujudkan visi kepala daerah dalam menyediakan ruang publik yang representatif.
"Harapannya, masyarakat dapat menikmati suasana alun-alun dengan nyaman, sesuai komitmen Wali Kota Probolinggo," imbuh sosok yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala BKPSDM tersebut.
Sebagai catatan, proyek revitalisasi ini telah dimulai sejak Oktober 2025. Proyek yang dikerjakan oleh CV. Probolinggo Cemerlang selaku pemenang tender ini menelan anggaran yang tidak sedikit. Dengan pagu anggaran mencapai Rp9,450 miliar, pemerintah berharap wajah baru alun-alun dapat menjadi ikon kebanggaan yang terjaga kelestariannya.
Melalui penjagaan rutin dan kesadaran bersama masyarakat untuk menjaga kebersihan serta ketertiban, diharapkan anggaran miliaran rupiah tersebut benar-benar bertransformasi menjadi manfaat jangka panjang bagi warga Kota Probolinggo.
What's Your Reaction?

