Berkah Idul Fitri, Pemkab Probolinggo Cairkan Beragam Insentif, Termasuk untuk Guru Ngaji
Pemkab Probolinggo terus realisasikan pencairan insentif. Mulai dari TPG, THR, hingga bantuan guru ngaji, semua disalurkan bertahap secara non tunai demi transparansi.
PROBOLINGGO, SJP - Selama bulan suci Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus menggulirkan berbagai program pencairan insentif bagi masyarakat. Kebijakan ini mencakup sejumlah bantuan, mulai dari Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Hari Raya (THR), insentif bagi RT/RW, penghasilan tetap (siltap) perangkat desa, hingga tunjangan khusus untuk para guru ngaji.
Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, menjelaskan bahwa proses pencairan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan administrasi masing-masing penerima. Meski demikian, sebagian besar bantuan tersebut sudah mulai diterima oleh masyarakat yang berhak. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah berupaya maksimal agar bantuan tersebut dapat segera dirasakan manfaatnya, khususnya di momen penting seperti Ramadhan dan Idul Fitri.
“Sebelumnya saya ingin menyampaikan, di bulan puasa kemarin kami juga sudah mencairkan insentif, terutama TPG guru, THR, insentif non-siltap RT/RW hingga guru ngaji. Ini bertahap kita lakukan, tetapi sudah dimulai,” ujarnya.
Selain penyaluran insentif, pemerintah daerah juga memastikan distribusi dana siltap bagi perangkat desa berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Dana tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing desa guna menjamin transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Dengan sistem ini, diharapkan tidak ada lagi potensi keterlambatan maupun penyimpangan dalam penyaluran dana.
“Kemudian dana siltap perangkat desa juga kita distribusikan, sudah kita transfer ke masing-masing rekening desa. Ini akan bergantung kepada sejauh mana kesiapan dari masing-masing APBDes teman-teman desa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Haris menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran bantuan kini telah beralih ke sistem non tunai. Artinya, tidak ada lagi pembagian secara langsung atau tunai kepada penerima. Pemerintah daerah juga telah mengoordinasikan pihak desa untuk segera melengkapi seluruh data administrasi guna mempercepat proses pencairan.
“Kemarin juga sudah kita kumpulkan teman-teman desa untuk segera melengkapi data-data, karena ini terpusat, sudah tidak ada penyerahan secara cash, tetapi langsung transfer,” tambahnya.
Tak hanya itu, perhatian pemerintah juga diberikan kepada para guru ngaji. Insentif bagi mereka disalurkan melalui masing-masing Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU). Setiap guru ngaji yang terdaftar menerima bantuan sekitar Rp400 ribu sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam membina pendidikan keagamaan di masyarakat.
“Yang terakhir, kami juga sudah mencairkan insentif para guru ngaji yang didistribusikan lewat MWCNU masing-masing dengan nominal per orang sekitar Rp400 ribu,” ungkapnya.
Bupati Haris berharap seluruh bantuan yang telah disalurkan ini benar-benar memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mengawasi proses distribusi agar bantuan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Kami harapkan semoga ini bermanfaat dan masyarakat ikut membantu mengontrol agar ini betul-betul bisa tersampaikan kepada yang berhak,” pungkasnya. (**)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

