Merespons Serangan Hama Tikus, Petani dan Dinas Pertanian Jombang Gelar Gropyokan

Langkah pemusnahan hama tikus akan dilakukan secara berkelanjutan oleh petani mengingat masifnya kerusakan yang diakibatkan.

09 Jun 2025 - 13:02
Merespons Serangan Hama Tikus, Petani dan Dinas Pertanian Jombang Gelar Gropyokan
Berburu hama tikus 'gropyokan' petani di Jombang. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP—Serangan hama tikus pada tanaman petani di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang mendorong petani melakukan pemburuan massal tikus atau gropyokan, Senin (9/6/2025). 

Langkah petani dilakukan menyusul rusaknya puluhan hektare lahan jagung dan sayur milik petani karena serangan ribuan tikus. Area gropyokan pun berada di lahan pertanian petani di sekitar pabrik PT Satwa Utama Raya (SUR) 3.

Khoirul (54), warga Kedungsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, menyampaikan kegiatan gropyokan dilakukan karena hama tikus menyerang tanaman jagung dalam beberapa minggu terakhir. 

"Ya itu mas pakai pengasapan," ucap Khoirul saat ditemui di lokasi gropyokan, Senin (9/6/2025).

Sementara itu, Ketua Gapoktan Desa Balongsari, Suwito, menganggap baik kegiatan berburu hama tikus tersebut. Kegiatan itu akan terus dilakukan, tidak berhenti hanya sekali, mengingat serangan tikus biasanya terjadi secara masif.

"Respons dari pihak perusahaan sudah baik, tapi kami harapkan realisasi kompensasi dari pabrik bagi petani terdampak bisa segera dijalankan," ujarnya.

Kepala Bidang Perlindungan, Pasca Panen, dan Pemasaran Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Hortikultura Dinas Pertanian Jombang, Akhmad Jani Masyhudi, menyebut gerakan ini merupakan bentuk komitmen bersama yang akan dilakukan secara berkelanjutan.

“Ini bukan gerakan sesaat. Kami bersama perusahaan, PPL, pemdes, dan para petani berkomitmen melakukan pengendalian hama secara kontinyu,” ujar Akhmad Jani. 

Pihaknya dapat akses masuk ke area peternakan milik PT SUR 3. Memang ada temuan soal kondisi sanitasi yang kurang baik. Hingga kemudian menjadi sarang bagi hama tikus. 

"Pihak perusahaan menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembersihan semak-semak dan perbaikan sanitasi selama sepuluh hari ke depan," bebernya. 

Perusahaan tadi juga bersedia memberikan sekitar 12 rumah burung hantu (pagupon) yang belum dimanfaatkan di dalam area perusahaan karena terbentur standar operasional prosedur (SOP) kepada petani. 

"Rumah burung hantu akan ditempatkan di lahan milik pertanian warga disekitar pabrik melalui koordinasi dengan pemerintah desa setempat," ujarnya. 

Langkah jangka pendek, menengah, dan panjang juga tengah disiapkan, termasuk pembentukan regu pengendali hama di tingkat desa. Regu ini akan dibentuk melalui musyawarah desa (musdes) dan mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pertanian.

"Kerusakan akibat serangan tikus sudah mencapai sekitar 5 hektare, dan ada sekitar 30 hektare lahan yang masuk dalam kategori terancam dan waspada. Selain jagung, tanaman labu dan krai juga diserang hama tikus ini," tandasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow