Bocah 10 Tahun di Tulungagung Meninggal Tenggelam Saat Bermain di Kubangan Sungai Brantas

Hingga kini, kejadian tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang tidak menyangka permainan sederhana anak-anak itu berakhir menjadi sebuah tragedi.

23 Nov 2025 - 18:34
Bocah 10 Tahun di Tulungagung Meninggal Tenggelam Saat Bermain di Kubangan Sungai Brantas
Polisi lakukan olah tempat kejadian bocah tenggelam di daerah aliran sungai Brantas di Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung. (Istimewa)

TULUNGAGUNG, SJP - Bermain di kubangan air di dekat aliran sungai Brantas di Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, seorang bocah berusia 10 tahun tenggelam dan meninggal dunia, Minggu (23/11/2025).

Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto, mengatakan korban berinisial DK warga desa setempat. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.

Kejadian bermula saat korban datang ke rumah temannya, RS (9), untuk bermain dan bersepeda keliling kampung. Rute mereka kemudian membawa keduanya ke kawasan pinggir Sungai Brantas dan bermain di sebuah kubangan di Dusun Ariyoblitar.

"Awalnya kedua anak itu hanya bermain di tepi kubangan, namun kemudian mereka memutuskan untuk turun ke bagian yang lebih dalam," kata Ipda Nanang.

Menurut keterangan polisi, korban dan temannya tidak cukup tinggi untuk mencapai dasar kubangan sedalam sekitar 1,5 meter.

Saat mereka masuk lebih dalam, korban DK mulai tenggelam, sementara temannya masih mampu menyelamatkan diri dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Salah seorang warga, Musani (75) yang kebetulan berada di dekat lokasi yang mendengar teriakan korban, berusaha menolong dengan masuk ke kubangan. Namun karena kondisi cukup berisiko, ia memilih mengulurkan sebatang bambu untuk menarik tubuh korban ke tepi.

Tak lama kemudian, saksi lain bernama Rizal Afandi yang juga mendengar teriakan tersebut tiba dan melihat ada tubuh lain yang sudah mengambang di kubangan tersebut. 

"Saksi kemudian berenang masuk dan membopong korban ke tepian sungai, namun nyawa korban sudah tidak tertolong," ujar Ipda Nanang.

Kejadian tersebut lantas dilaporkan ke pihak kepolisian. Unit Inafis bersama anggota Polsek Rejotangan serta tim medis, kemudian melakukan olah TKP, mengamankan lokasi, serta memeriksa saksi-saksi.

“Hasil pemeriksaan tim Inafis dan tenaga medis Puskesmas Rejotangan memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat tenggelam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” terang Nanang

Hingga kini, kejadian tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang tidak menyangka permainan sederhana anak-anak itu berakhir menjadi sebuah tragedi.

“Kami mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama di sekitar area sungai atau lokasi yang memiliki potensi bahaya serupa. Pengawasan penting dilakukan untuk mencegah kejadian seperti ini terulang,” lanjut Ipda Nanang. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow